JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Asia dan futures bursa Amerika Serikat dibuka melemah memfaktorkan sentimen negatif dari rilis data manufaktur China yang di luar ekspektasi turun di bulan Agustus, menambah spekulasi pelemahan ekonomi di regional Asia. Ini menjadi penekan Indeks Harga Saham Gabungan di perdagangan Senin (3/9/2012). Harga minyak pagi ini terkoreksi 0,3 persen ke level 96,1 dollar AS per barrel.
Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG hari ini diperkirakan akan turut dibuka melemah seiring koreksi di bursa regional. Pasar juga akan mengantisipasi rilis data inflasi bulan Agustus siang ini yang diperkirakan konsensus mencapai 0,8 persen dibanding periode yang sama bulan lalu (4,4 persen year on year) serta data neraca perdagangan di bulan Juli yang diperkirakan akan kembali membukukan defisit.
Sementara rupiah hari ini menguat ke level Rp 9.566 per dollar AS. Support indeks hari ini berada di level 4.035. Bursa AS dan Eropa ditutup menguat di akhir pekan kemarin setelah gubernur The Fed menyatakan masih membuka lebar peluang dilakukannya quantitative easing ketiga (QE3) terutama jika kondisi tingginya level pengangguran AS semakin parah. Hal ini membawa spekulasi QE3 sangat mungkin diumumkan di FOMC meeting berikutnya pekan depan jika rilis data penambahan jumlah tenaga kerja dan unemployment rate AS di pekan ini lebih rendah dari estimasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang