Jadi PNS Lebih Diminati daripada Wirausaha

Kompas.com - 03/09/2012, 14:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mayoritas masyarakat Indonesia dinilai lebih meminati menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dibandingkan berwirausaha. Hal ini dibuktikan dengan prosentase tingkat kewirausahaan Indonesia yang masih lebih rendah dibanding negara lain.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah menjelaskan tingkat kewirausahaan Indonesia hanya 1,56 persen dari total penduduk. Nilai tersebut lebih rendah bila dibanding dengan Malaysia, Thailand dan Singapura dengan prosentase kewirausahaan mencapai di atas 4 persen.

"Rendahnya tingkat wirausaha di Indonesia bisa digambarkan melalui antrean panjang pelamar untuk lowongan kerja PNS. Padahal jumlah lowongannya relatif terbatas," kata Halim saat sambutan di Pelatihan Kewirausahaan di kantor Bank Indonesia (BI) Jakarta, Senin (3/9/2012).

Menurut Halim, kondisi antrean PNS ini juga dialami di Bank Indonesia. Khususnya untuk penerimaan pegawai level asisten manajer tahun ini. Lowongan yang disediakan untuk posisi tersebut sebenarnya hanya 150 orang. Namun jumlah pelamarnya mencapai lebih dari 100.000 orang.

Dengan kondisi tersebut, kata Halim, mengindikasikan bahwa lulusan perguruan tinggi cenderung lebih mencari pekerjaan (job seeker) dibanding menciptakan lapangan pekerjaan. "Hal itu disebabkan  sistem pendidikan yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia saat ini hanya terfokus pada penyiapan mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukan lulusan yang siap menciptakan pekerjaan," jelasnya.

Sehingga, BI ingin mendorong pertumbuhan jumlah wirausahawan di Indonesia dengan menggelar program kerja berupa penciptaan wirausahawan baru.

Program tersebut akan dilakukan di kantor pusat BI di Jakarta serta 7 kantor wilayah BI yaitu Surabaya, Bandung, Semarang, Makassar, Denpasar, Palembang dan Yogyakarta. Sementara target pasarnya adalah mahasiswa, mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan masyarakat umum.

Khusus Jakarta, karena masih merupakan proyek percontohan, maka yang mendapat program kewirausahaan ini adalah mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

"Kami nanti juga akan mendekatkan calon wirausaha dengan perbankan. Saat ini sudah ada empat perbankan yang berminat memberikan kredit," jelasnya tanpa mau menyebut nama bank tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau