SUBANG, KOMPAS.com - Menyusul laporan peningkatan aktivitas gas sulfur dioksida dari Kawah Ratu di Gunung Tangkubanparahu, Jawa Barat, obyek wisata itu ditutup sementara. Bau belerang yang tercium dari daerah kawah, terasa lebih pekat dari biasanya.
Pemantauan Kompas yang mendatangi tempat parkir yang bersebelahan dengan Kawah Ratu, Senin (3/9/2012), menunjukkan, asap tebal keluar dari dasar kawah dengan suara gemuruh lemah.
Ratusan kios pedagang juga kosong, menyusul instruksi untuk menutup Taman Wisata Tangkubanparahu hari itu.
Menurt Pemerintah Provinsi Jawa Barat, penutupan itu berlangsung hingga keadaan aman, sementara pengelola PT Graha Rani Putra Persada bersikeras bahwa penutupan hanya dilakukan hari ini saja.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, mengatakan bahwa gas sulfur dioksida tidak mematikan seperti karbonmonoksida yang tidak berwarna maupun berbau. Namun, bila dihirup terus-terusan bisa membuat pening kepala.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang