Jakarta Barat Surga Narkoba

Kompas.com - 03/09/2012, 19:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya peredaran narkoba di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Barat, tidak dapat dipungkiri. Banyaknya perumahan elite dan tempat hiburan di Jakarta Barat menjadi salah satu penyebab maraknya peredaran narkoba.

"Narkoba terbanyak di perumahan elit karena sepi, seperti perumahan Taman Palem, Green Garden, dan apartemen sering dijadikan kutu loncat oleh para bandar narkoba. Tempat hiburan juga kerap dijadikan para oknum narkoba untuk mengedarkan barang-barang tersebut," kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Gembong Yudha, Senin (3/9/2012).

Ia mengatakan, perumahan elite sulit dipantau gerak-gerik warganya. Sementara perumahan warga, polisi dapat lebih cepat mengetahui gerak-gerik warganya. Sesama warga juga bisa saling mengawasi.

Seperti halnya di Komplek Permata (Kampung Ambon) yang sering dirazia polisi. Banyaknya warga yang berperan aktif melaporkan ke polisi, menyebabkan pengedar narkoba yang tertangkap di daerah itu menurun.

Sementara di Jakarta Barat, diakui tempat hiburan di kawasan tersebut lebih banyak ketimbang di wilayah lain Ibu Kota. Di tempat hiburan pula peredaran narkoba banyak peminatnya.

Dikatakan Gembong, tempat hiburan identik dengan musik, dan ekstasi yang efeknya bisa memacu adrenalin untuk berjoged. Pihak pengelola sebenarnya telah menyediakan minuman alkohol, namun yang terlaris hanya minuman mineral, sehingga membuat pengelola rugi. Kondisi seperti itu uang kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

"Kami sering melakukan razia di sana, namun sering kali bocor. Oleh karenanya kami tetapkan Target Operasi (TO) lebih dahulu, baru melakukan penangkapan. Seperti halnya di Crown, di mana kami berhasil mengamankan 700 butir ekstasi," ujarnya.

Untuk meminimalisir peredaran narkoba, Gembong menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan para pengelola apartemen, tempat hiburan, penjaga lingkungan dan masyarakat sekitar untuk ikut membantu polisi mengawasi peredaran narkoba di sekitarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau