Bom bunuh diri

Mobil Konsulat AS Diserang, Dua Tentara Pakistan Tewas

Kompas.com - 04/09/2012, 04:59 WIB

peshawar, senin - Seorang pengebom bunuh diri menabrakkan mobil berisi 110 kilogram bahan peledak yang ia kemudikan ke arah mobil milik konsulat Amerika Serikat di Peshawar, Pakistan, Senin (3/9). Dalam insiden itu, dua tentara Pakistan tewas dan 19 orang lain, termasuk dua warga AS, terluka.

Semula dilaporkan, bom menewaskan empat tentara, termasuk dua tentara AS, tetapi laporan itu dikoreksi. Serangan itu menjadi peringatan bahaya bagi pejabat AS di Pakistan, terutama mereka yang bekerja di Provinsi Khyber Pakhunkhwa, kawasan tempat kelompok militan Taliban dan Al Qaeda masih kuat.

Polisi Pakistan Abdul Haq menuturkan, ledakan bom mobil itu merusak mobil SUV yang mengangkut pegawai Konsulat AS. Api dengan cepat membakar mobil- mobil lain di sekitarnya. Petugas penyelamat dan warga lokal bergegas memadamkan api dan menarik keluar para korban.

Irfan Khan, warga setempat, menuturkan, dia sedang berada di dekat tokonya ketika ledakan besar itu terjadi. Dia sempat panik ketika melihat asap dan debu mengepul dari lokasi ledakan. Namun, dia lalu ikut bersama warga lain untuk menolong para korban ledakan. ”Saya lari ke lokasi ledakan bersama warga lain. Dua kendaraan hancur,” kata Irfan.

Irfan melihat satu orang tewas tergeletak di tanah. Ia mengatakan, dia dan beberapa warga lain mengangkat para korban ke sebuah mobil pribadi. ”Masih ada banyak orang terluka di sekitar lokasi ledakan itu,” katanya.

Saksi mata lainnya, Wajid Ali, mengatakan, dia sempat menolong seorang korban warga asing yang terluka parah. ”Sebuah mobil kemudian datang, diduga mobil milik Konsulat AS. Warga asing yang terluka itu diangkut pergi,” kata Javed Khan, polisi senior.

Menurut dia, dua tentara Pakistan tewas dan 19 orang lainnya terluka. ”Dua warga AS dan dua warga Pakistan yang bekerja di kantor konsulat di Peshawar terluka,” kata Konsulat AS dalam satu pernyataan dan menyebut serangan itu sebagai ”tindakan keji”.

Rawan serangan

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, di masa lalu, serangan-serangan sejenis dilakukan kelompok Taliban atau Al Qaeda, yang sejak lama berusaha menyerang fasilitas dan warga AS.

Serangan-serangan terhadap AS sebenarnya relatif mulai jarang terjadi karena langkah-langkah keamanan yang luas telah diambil Pemerintah AS. Insiden serangan terbaru menandakan warga dan fasilitas AS masih rawan serangan militan.

”Kami siap bekerja sama dengan pihak berwenang Pakistan dalam penyelidikan menyeluruh sehingga pelaku dapat diseret ke pengadilan,” kata penjelasan pihak Konsulat AS.

Di Jakarta, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengecam keras serangan terhadap staf Konsulat AS di Peshawar tersebut. Hillary mengaku menyesali aksi pengecut bom bunuh diri dan terorisme yang telah menyusahkan banyak orang di dunia.

(AFP/AP/REUTERS/CAL/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau