peshawar, senin
Semula dilaporkan, bom menewaskan empat tentara, termasuk dua tentara AS, tetapi laporan itu dikoreksi. Serangan itu menjadi peringatan bahaya bagi pejabat AS di Pakistan, terutama mereka yang bekerja di Provinsi Khyber Pakhunkhwa, kawasan tempat kelompok militan Taliban dan Al Qaeda masih kuat.
Polisi Pakistan Abdul Haq menuturkan, ledakan bom mobil itu merusak mobil SUV yang mengangkut pegawai Konsulat AS. Api dengan cepat membakar mobil- mobil lain di sekitarnya. Petugas penyelamat dan warga lokal bergegas memadamkan api dan menarik keluar para korban.
Irfan Khan, warga setempat, menuturkan, dia sedang berada di dekat tokonya ketika ledakan besar itu terjadi. Dia sempat panik ketika melihat asap dan debu mengepul dari lokasi ledakan. Namun, dia lalu ikut bersama warga lain untuk menolong para korban ledakan. ”Saya lari ke lokasi ledakan bersama warga lain. Dua kendaraan hancur,” kata Irfan.
Irfan melihat satu orang tewas tergeletak di tanah. Ia mengatakan, dia dan beberapa warga lain mengangkat para korban ke sebuah mobil pribadi. ”Masih ada banyak orang terluka di sekitar lokasi ledakan itu,” katanya.
Saksi mata lainnya, Wajid Ali, mengatakan, dia sempat menolong seorang korban warga asing yang terluka parah. ”Sebuah mobil kemudian datang, diduga mobil milik Konsulat AS. Warga asing yang terluka itu diangkut pergi,” kata Javed Khan, polisi senior.
Menurut dia, dua tentara Pakistan tewas dan 19 orang lainnya terluka. ”Dua warga AS dan dua warga Pakistan yang bekerja di kantor konsulat di Peshawar terluka,” kata Konsulat AS dalam satu pernyataan dan menyebut serangan itu sebagai ”tindakan keji”.
Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, di masa lalu, serangan-serangan sejenis dilakukan kelompok Taliban atau Al Qaeda, yang sejak lama berusaha menyerang fasilitas dan warga AS.
Serangan-serangan terhadap AS sebenarnya relatif mulai jarang terjadi karena langkah-langkah keamanan yang luas telah diambil Pemerintah AS. Insiden serangan terbaru menandakan warga dan fasilitas AS masih rawan serangan militan.
”Kami siap bekerja sama dengan pihak berwenang Pakistan dalam penyelidikan menyeluruh sehingga pelaku dapat diseret ke pengadilan,” kata penjelasan pihak Konsulat AS.
Di Jakarta, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengecam keras serangan terhadap staf Konsulat AS di Peshawar tersebut. Hillary mengaku menyesali aksi pengecut bom bunuh diri dan terorisme yang telah menyusahkan banyak orang di dunia.