Langkah Mudah Hemat Energi di Rumah

Kompas.com - 05/09/2012, 13:38 WIB

KOMPAS.com -  Energi memegang peranan yang sangat penting untuk berbagai hal termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Sayangnya, banyak orang yang menyalahgunakan penggunaan energi untuk kepentingan pribadinya. Sumber energi memang bisa diperbaharui, hanya saja tingkat rehabilitasi dengan penggunaannya tidaklah seimbang.

"Hal ini berakibat pada habisnya sumber energi di alam, dan menyebabkan perubahan iklim drastis seperti sekarang ini," ungkap Kunto Binawan, Innovative Financing Specialist PT Star Cosmos dalam talkshow "Cara Cerdas Hemat Energi" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Banyak orang yang belum menyadari pentingnya menghemat energi. Padahal ada banyak keuntungan yang diperoleh jika Anda bisa menghemat energi yang digunakan. Menurut Kunto, sampai saat ini sumber energi per kapita Indonesia dibanding negara lain di Asia masih terbilang rendah, namun pemakaian energinya dinilai terus meningkat dan menyebabkan defisit energi.

"Bahkan, tahun lalu pemerintah sudah memberi subsidi sekitar Rp 200 trilyun. Anggarannya terus naik setiap bulan, padahal belum semua wilayah bisa terjangkau listrik," tukasnya.

Tak hanya itu, dampak negatif dari pemborosan energi ini akan menimbun banyak emisi karbon di udara. Emisi karbon yang dihasilkan dari fosil ini akan menumpuk di udara, dan tidak bisa keluar dari atmosfer. Akibatnya lapisan ozon akan semakin menipis karena reaksi karbon dan menyebabkan pemanasan global seperti sekarang ini.

Untuk menghindari dan mengurangi efek negatif pemborosan energi, Kunto menyarankan untuk memulai gerakan hemat energi dari rumah tangga. "Gerakan hemat energi ini bisa dilakukan dalam dua bagian, yaitu efisien dan tepat guna," tambahnya.

1. Efisien
Hemat energi bisa dilakukan dengan mencoba menggunakan energi seminimal mungkin. Dengan memanfaatkan energi seminimal mungkin, usahakan untuk menghasilkan output yang maksimal. Dalam rumah tangga, Anda bisa saja melakukan gerakan ini dengan menggunakan peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, penanak nasi, lampu, setrika, dan lain-lain, yang memiliki tegangan listik yang lebih rendah dan lebih hemat energi.

"Penggunaan alat rumah tangga berstiker 'hemat energi' akan membantu menurunkan penggunaan listrik rumah tangga. Namun penggunaan alat hemat energi ini tidak akan merusak peralatan rumah tangga, dan hasilnya tetap maksimal," paparnya. Selain itu, penggunaan berbagai alat rumah tangga yang hemat energi ini juga akan membantu menurunkan anggaran rumah tangga setiap bulannya.

2. Tepat guna
Sering menonton televisi sampai tertidur pulas dan membiarkannya menyala sepanjang malam, atau lupa mematikan lampu kamar mandi? Ini termasuk salah satu pemborosan energi yang sering dilakukan di rumah. Untuk menghemat energi, pastikan untuk menggunakan energi secukupnya sesuai kebutuhan Anda. Hal ini memang sepele namun sering dilupakan banyak orang.

Mulailah untuk mematikan berbagai peralatan listrik ketika sudah tak digunakan. Jika tak bisa tidur tanpa mendengar suara televisi, aktifkan saja sleep timer di televisi Anda. Matikan pendingin udara ketika Anda meninggalkan ruangan dalam jangka waktu yang lama, atau jika cuaca tak terlalu panas gunakan saja kipas angin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau