4 Fakta Saat Menyusui

Kompas.com - 05/09/2012, 13:57 WIB

KOMPAS.com - Ada beberapa kekhawatiran para ibu baru ketika mereka akan menyusui si kecil. Apakah ASI Anda akan cukup baginya? Berapa lama waktu menyusui? Apakah bisa hamil lagi? Dan berbagai pertanyaan lain masih berkeliaran di kepala Anda. Inilah jawaban untuk semua pertanyaan Anda tersebut.

1. Posisi yang nyaman
Masing-masing ibu memiliki gayanya masing-masing saat menyusui anak. Berbagai gaya ini sebenarnya tidaklah menjadi masalah, karena yang paling penting adalah kenyamanan ibu dan bayi saat menyusui.

Salah satu posisi nyaman yang bisa ditiru adalah dengan memegang bayi dengan menghadap ke payudara Anda. Dekatkan payudara ke bibir bayi, dan sentuhkan. Tunggu sampai ia membuka mulutnya dan mencari puting susu Anda. Ketika ia lapar, ia akan membuka mulutnya dan mulai mengisap ASI. Jangan memaksanya untuk minum ASI karena jika ia hanya mengisap payudara dan bukan ASI, justru akan menyakitkan bagi Anda.

Setelah 10 detik pertama menyusui dan puting terasa sakit, sebaiknya lepaskan bayi perlahan-lahan. Caranya, tempatkan jari kelingking (pastikan sudah bersih) di sudut bibir bayi dan dorong menjauhi payudara. Setelah beberapa saat, coba lagi untuk menyusuinya. Selain menyakitkan, cara menyusui yang salah akan membuat puting berkerut dan keriput.

2. Kenali tanda bayi cukup ASI
Kulit bayi yang halus, warna yang cerah, dan berat badan yang bertambah merupakan indikator pertumbuhan bayi. Sebagian besar bayi biasanya menyusu sekitar 8-12 kali dalam sehari. Namun, setelah menyusu, Anda harus memerhatikan kondisinya apakah ia sudah mendapatkan cukup ASI.

Berat badan bukanlah satu-satunya indikator si kecil sudah mendapatkan cukup ASI atau belum. Berat badan yang menurun pun, belum tentu menunjukkan bahwa ia kekurangan ASI. Bayi akan kehilangan 10 persen dari berat tubuhnya saat hari-hari pertama setelah lahir. Berat badannya pun akan kembali setelah dua minggu kemudian. Salah satu tanda bahwa ia kurang mendapatkan susu adalah dari bahasa tubuhnya, seperti lesu, selalu mengantuk, pencernaan tidak lancar, dan berat badan yang terus menurun.

3. Tidak ada batas waktu menyusui

Sangat sulit untuk menentukan lamanya menyusui bayi, karena bagi bayi, ASI adalah makanan, sekaligus cara mendapatkan kenyamanan dan kedekatan dengan ibunya. Setiap bayi punya kapasitas dan waktu sendiri untuk menyusu, jadi sebaiknya tidak membandingkan bayi Anda dengan bayi orang lain.

Tak ada batas waktu yang pasti untuk menyusui. Pada hari-hari pertama, Anda akan mengalami proses menyusu yang memakan waktu yang lama. Namun, ketika bayi sudah lebih "mahir" menyusu, pastinya waktu menyusui juga akan lebih cepat.

4. Menyusui bisa jadi alat kontrasepsi andal

Saat hamil dan menyusui, secara otomatis, kadar hormon tubuh akan menjadi sedikit kacau. Selama periode menstruasi belum kembali normal, menyusui sama efektifnya dengan pil KB. Namun periode kesuburan kebanyakan ibu akan kembali antara 6-24 bulan setelah melahirkan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau