JAKARTA, KOMPAS.com - Megawati Soekarnoputri mengajak kalangan mahasiswa untuk tetap mempertahankan semangat kebhinekaan sebagai bangsa Indonesia. Ia berharap, kampus sebagai wadah pembentukan intelek dan mental akan membantu mahasiswa dalam memahami nasionalisme yang mempersatukan bangsa Indonesia.
"Jangan merusak Indonesia dengan isu (SARA). Apa adik-adik (mahasiswa) mau membuat kelompok-kelompok? Please, jangan," ujar Megawati saat memberikan kuliah umum di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, Rabu (5/9/2012).
Ia menjelaskan, Indonesia terlahir dari penyatuan berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Karena itulah, para pendiri bangsa memilih Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Atas dasar itu, ia menilai siapa pun yang dengan sengaja melemparkan isu SARA demi kepentingan tertentu sebagai orang yang merusak sendi-sendi dasar bangsa Indonesia.
"Kalau sengaja membuat perbedaan, saya adalah suku A, kamu suku B. Terus minoritas didiskriminasikan mayoritas. Itukah yang disebut bhineka?" ujar Mega.
Pendapat senada disampaikan Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno. Dalam pandangan Edie, mengekspoitasi SARA untuk membentuk opini negatif terhadap perbedaan merupakan bentuk kemunduran dalam hidup berbangsa.
"Jadi tak perlu lagi ada isu SARA, sebab itu kodrat Indonesia," kata Edie.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang