Triyatno dan Eko Yuli Dapat Penghargaan dari BCA

Kompas.com - 05/09/2012, 18:40 WIB

JAKARTA, Kompas.com - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk memberikan penghargaan kepada dua atlet yang berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali pada ajang olahraga Olimpiade London 2012 di Jakarta, Rabu (5/9/2012) sore. Pemberian penghargaan berupa asuransi kesehatan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmaja kepada atlet peraih medali Olimpiade dari cabang olahraga angkat besi, yaitu Eko Yuli Irawan dan Triyatno.

"Turut bersyukur dan bangga atas prestasi dan pencapaian atlet Indonesia di ajang Olimpiade 2012. Selamat untuk dua atlet kita yang meraih medali perak dan perunggu," kata Jahja.

Menurut dia, penghargaan berupa perlindungan kesehatan itu diberikan sebagai wujud kepedulian dan upaya mendukung perkembangan olahraga di Indonesia.

"Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup atlet di masa mendatang," ujarnya.

Dia menjelaskan, perlindungan kesehatan yang diberikan kepada kedua atlet angkat besi itu berupa perawatan rumah sakit kelas VIP, pengobatan untuk 34 macam penyakit kritis, dan perlindungan kecelakaan.

"Asuransi kesehatan ini diberikan kepada tertanggung hingga berusia 75 tahun. Selain itu, mereka juga mendapat santunan hari tua dan jaminan perlindungan kematian hingga usia 99 tahun," katanya.

Jahja berharap penghargaan dalam bentuk asuransi kesehatan itu dapat memberikan rasa aman bagi para atlet baik saat berlaga maupun saat pensiun dan menjadi pemacu untuk dapat terus berkarya bagi kemajuan olahraga Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Eko dan Triyatno menyatakan rasa terimakasihnya atas penghargaan tersebut.

"Saya sangat berterimakasih karena saya kan tidak akan selamanya jadi atlet, jadi asuransi ini sangat berguna untuk ke depannya," kata Triyatno.

Senada dengan Triyatno, Eko pun menyatakan hal serupa mengenai pemberian penghargaan itu.

"Saya senang dan bersyukur mendapat asuransi seperti ini. Saat nanti sudah tidak jadi atlet ataupun saat sakit sudah ada yang menanggung," kata Eko.

Kedua atlet angkat besi tersebut mengatakan, mereka merasa layak menerima penghargaan itu atas prestasi yang telah mereka raih di ajang olahraga internasional.

"Kami rasa layak mendapatkan ini karena kami mendapatkan prestasi ini tidak secara tiba-tiba. Kami juga merasa tertolong dengan adanya asuransi ini sehingga tidak perlu khawatir lagi bila mengalami cedera pada saat berlaga," kata Eko.

Dalam ajang Olimpiade 2012, dua atlet Indonesia dari cabang angkat besi meraih medali. Eko Yuli Irawan meraih medali perunggu dan Triyatno meraih medali perak.

Mereka berhasil menyumbangkan medali untuk kedua kalinya. Sebelumnya, dua atlet ini mempersembahkan medali perunggu pada Olimpiade 2008 di Beijing.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau