Ahsan dan Hendra Merasa Cocok

Kompas.com - 05/09/2012, 20:24 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano telah mengumumkan perpisahan mereka usai Olimpiade London 2012. Keduanya akan memulai karier dengan pasangan baru mereka masing-masing.
 
"Perpisahan ini adalah keputusan saya dan Bona. Semoga dengan perubahan ini kami bisa lebih berprestasi lagi dengan pasangan yang baru. Saya selanjutnya akan berpartner dengan Hendra Setiawan," ujar Ahsan yang bersama Bona merupakan peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2011.
 
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari sang pelatih, Herry Iman Pierngadi, bahwa ide awal pemilihan pasangan berasal dari para atlet sendiri. Baik Ahsan maupun Hendra merasa cocok satu sama lain dan ingin mencoba berpasangan.
 
"Setelah saya mempertimbangkan dan menilai, bahwa Ahsan dan Hendra memang memiliki kecocokan. Mereka memiliki kerjasama yang baik dan secara teknik juga cocok. Mengenai usia, Hendra kini berusia 28 tahun sementara Ahsan 25 tahun, saya rasa ini normal dan tidak ada masalah," kata Herry pada konferensi pers di Pelatnas Cipayung, Rabu (5/9/2012).
 
Selain itu, mantan pemain sekaligus Kepala Pelatih Ganda PBSI, Christian Hadinata, juga memiliki pandangan sendiri mengenai sosok Hendra yang dinilainya merupakan pemain yang patut menjadi role model bagi para pemain muda.
 
Hendra, yang meskipun telah meraih gelar juara dengan prestise tertinggi, yaitu emas Olimpiade Beijing 2008 bersama Markis Kido, tetap mau berlatih mati-matian dan terus berusaha tampil stabil meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Hendra bersama Kido berhasil menjadi juara di Singapore Open Super Series 2012, sebelumnya mereka juga naik podium tertinggi di Australia Open Grand Prix Gold 2012.
 
"Hendra merupakan pemain senior yang masih memiliki motivasi dan semangat untuk tetap bersaing di pentas internasional. Apalagi ditunjang dengan skill yang memadai. Sebagai juara Olimpiade dan Asian Games, keberadaan Hendra tentunya akan memberikan motivasi kepada pemain muda," kata Christian memberikan pendapat tentang calon pasangan main Ahsan tersebut.
 
Senada dengan Christian, Herry pun memuji Hendra yang dinilainya merupakan pemain yang berkomitmen.
 
"Saya optimistis dengan Hendra/Ahsan kedepannya. Kalau kita melihat track record Hendra, dia bisa dibilang sudah menjadi juara sejati, pemain yang memiliki tanggung jawab, dan komitmen. Hendra sebetulnya pantas dijadikan icon dan panutan di tim ganda putra, dia sangat low profile dan tidak banyak bicara, sehingga banyak juga junior yang segan," kata Herry menambahkan pernyataan Christian.
 
Hendra/Ahsan sudah pernah dicoba untuk berpasangan di turnamen resmi internasional. Namun, sejauh ini mereka baru bermain di pertandingan beregu saja. Pada kejuaraan Axiata Cup 2012, Hendra/Ahsan yang memperkuat tim Indonesia Garuda, turut menyumbangkan poin kemenangan.
 
Seperti diutarakan Ahsan, ia dan Hendra masih belum tahu kapan akan mulai bertanding di pertandingan resmi sebagai pasangan tetap. Hendra yang kini masih berada di luar Pelatnas, masih mengurus beberapa hal termasuk sponsor. Namun kedua pemain sudah sering berlatih bersama di Pelatnas Cipayung.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau