Jelang pon 2012

Waspadai Pungutan Ilegal!

Kompas.com - 05/09/2012, 20:46 WIB

PEKANBARU, Kompas.com - Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Riau mengimbau para kontingen luar daerah untuk mewaspadai adanya pungutan ilegal terkait akomodasi atlet selama penyelenggaraan event nasional itu.

"Ya, kami mengimbau agar seluruh kontingen dari luar daerah untuk mewaspadai adanya pungutan ilegal dari pihak-pihak tak bertanggungjawab," kata Kepala Bidang Humas PB PON Riau, Chirul Rizki, di Pekanbaru, Rabu (5/9/2012).

Pernyataan Rizki, sekaligus menjawab adanya indikasi pungutan uang akomodasi atlet PON tiap kontingen.

Sebelumnya, dikabarkan setiap kontingen luar daerah dikenakan biaya tambahan akomodasi sebesar Rp 100 ribu per atlet. Biaya tambahan itu kemudian mendapat protes dari beberapa kontingen yang telah tiba di Pekanbaru.

"Itu semua fitnah. Tidak ada PB PON membebankan biaya tambahan kepada tiap kontingen terkait akomodasi," kata Rizki.

Ia berharap, kabar miring seperti itu tidak ditanggapi oleh berbagai kalangan yang pada akhirnya menimbulkan kerugian psikologis bagi PB PON.

"Sudah lah pekerjaan banyak, dibebani lagi dengan adanya kabar miring itu. Mati awak (saya)," katanya.

Rizki juga mengharapkan semua pihak untuk dapat bekerjasama dalam menyukseskan pelaksanaan PON XVIII di Riau yang hanya tinggal menghitung hari.

"Diambil sisi positifnya sehingga PON dapat dilaksanakan dengan sukses seperti yang diharap-harapkan," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau