Aturan RSBI Harus Lebih Rasional dan Realistis

Kompas.com - 06/09/2012, 17:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah meminta pemerintah untuk membuat tahapan yang lebih rasional dan realistis pada sekolah berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Pasalnya, syarat yang ditentukan pemerintah pada sekolah yang ingin mendapatkan status bertaraf internasional (SBI) ia nilai terlalu berat.

"Harusnya pemerintah membuat tahapan yang lebih baik tanpa harus melupakan standar mutunya. Rasional dan realistis," kata Ferdi di sela-sela rapat kerja bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Ferdi menjelaskan, syarat-syarat yang ditentukan agar sebuah sekolah sampai pada tahap bertaraf internasional sangat berat untuk dipenuhi, misalnya syarat tenaga pendidik atau guru di Sekolah Dasar (SD) yang 10 persennya harus memiliki gelar S2 atau S3 dari program studi terakreditasi.

Semua menjadi semakin berat, lantaran 49 persen program studi di deluruh perguruan tinggi di Indonesia tidak terakreditasi atau sudah kadaluarsa akreditasinya. Bagi Ferdi, aturan itu harus dievaluasi agar sekolah mampu mendudukkan posisinya setara dengan kualitas internasional tetapi dengan cara yang lebih mudah dipenuhi.

"Itu baru jenjang SD, bagaimana di jenjang lain atau syarat-syarat lainnya. Ini penting, supaya sekolah tidak stagnan sampai di RSBI saja," ujarnya.

Permasalahan RSBI menuai pro-kontra yang berkepanjangan. Puncaknya, saat Mahkamah Konstitusi (MK) melakukan uji petik pada penyelenggaraan RSBI dan pemerintah sendiri melakukan evaluasi serta memberhentikan sementara pendirian RSBI baru sampai evaluasi selesai dilakukan dan MK memberikan hasil uji petiknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau