JAKARTA, KOMPAS.com- Indeks Harga Saham Gabungan siap-siap terdongkrak menutup perdagangan di akhir pekan ini, Jumat (7/9/2012). Maraknya pembelian saham-saham di bursa global menjadi pendorong kenaikan bursa domestik.
Bursa Amerika Serikat melesat semalam. Indeks S&P 500 melejit, mencatat kenaikan tertinggi dalam empat tahun terakhir. Ini setelah pertemuan Bank Sentral Eropa dan Parlemen Eropa menyepakati program pembelian surat utang baru. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya keras memerangi dampak krisis utang di Benua Biru.
Positifnya data di AS juga menjadi katalisator pendorong kenaikan indeks di negeri Paman Sam. Indeks Dow Jones melejit 1,87 persen, Indeks S&P500 melesat 2,04 persen, dan Nasdaq naik 2,17 persen.
Indeks Harga Saham Gabungan kemarin sudah ditutup naik 27 poin (0,67 persen) ke level 4,102.85. Jumlah transaksi 7,67 juta lot atau setara Rp 3,5 triliun.
Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan kecuali sektor pertanian (-0,52 persen) dan perdagangan (-0,14 persen). Tercatat 150 saham menguat, 79 saham melemah, 84 saham tidak mengalami perubahan, dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) di pasar reguler Rp 186,98 miliar dengan saham yang paling banyak dijual antara lain BMRI, UNTR, ASRI, AALI, dan JSMR.
Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, MACD Histogram IHSG masih berada di area negatif, namun telah mendekati area positif. Ini merupakan tipikal konsolidasi IHSG.
Hari ini dukungan IHSG masih berada di 4.040 dan resisten 4.120 dengan sentiment variatif dan kecenderungan konsolidasi. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah PGAS, BBRI, dan ENRG.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang