Mendikbud Jawab Kritik Pedas DPR Soal Anggaran

Kompas.com - 07/09/2012, 17:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh berjanji akan mematangkan arah kebijakan, definisi anggaran fungsi pendidikan, anatomi dan komponen anggaran dalam rapat pembahasan anggaran selanjutnya. Hal ini disampaikannya pascakritik pedas dari Komisi X DPR RI yang menilai postur anggaran pendidikan nasional tidak jelas dan berpotensi menuai gugatan.

Nuh menyampaikan, pihaknya sepakat dengan usulan Komisi X DPR yang meminta rapat anggaran selanjutnya digelar dengan menghadirkan Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Menurutnya, semua menjadi penting untuk menyusun postur anggaran pendidikan 2012 dengan lebih rinci berikut kepastian hukumnya

“Kami sepakat untuk duduk bersama kementerian lain. Yang penting jangan sampai anggaran ini tidak ada dasar hukumnya,” kata Nuh, seusai mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, di Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Mantan Rektor ITS ini menilai, postur anggaran fungsi pendidikan yang disusun pemerintah sudah disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2009-2014 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2013 serta Rencana Startegis Kemdikbud 2010-2014.

Selain itu, postur anggaran juga disusun berdasarkan arahan Presiden pada sidang kabinet 31 Juli serta pidato kenegaraan Presiden pada 16 Agustus lalu di depan sidang bersama DPR dan DPD RI.

"Anggaran pendidikan bergerak terus, mengikuti APBN. Semua bisa berubah karena kecenderungan APBN itu akan naik, finalnya Oktober nanti," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau