Yenny Wahid: Warga Syiah Dipindah, Apa Gunanya Konstitusi?

Kompas.com - 07/09/2012, 19:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Wahid Institute Yenny Wahid menyatakan, relokasi warga Syiah di Sampang, Maduara, Jawa Timur, tidak akan menyelesaikan masalah. Oleh sebab itu, jika relokasi benar dijalankan, ia mempertanyakan makna konstitusi di hati para pejabat dan masyarakat sebagai peletak dasar kehidupan bangsa Indonesia.

"Relokasi warga Syiah dan membuat agitasi dengan cara sama yang ditujukan pada kelompok minoritas termasuk Syiah tidak dibenarkan. Apa gunanya kita punya konstitusi kalau relokasi justru diusulkan pemerintah?"kata Yenny di Kantor Komisi Pemiilhan Umum, Jakarta, Jumat (7/9/2012).

Yenny menyatakan, setiap warga negara Indonesia, sebagaimana diatur dalam konstitusi, berhak untuk mendapatkan rasa aman. Jika pemerintah tidak melaksanakan amanat konstitusi, maka ia menilai pemerintah gagal melaksanakan undang-undang dengan baik. Dia menyarankan pemerintah seharusnya menjamin rekonsiliasi dan rehabitasi. Rekonsiliasi berguna pada tataran mengembalikan ketentraman warga Syiah seperti sediakala sebelum ada konflik.

Ia berpendapat bahwa rehabilitasi dibutuhkan menyusul fatwa Majelis Ulama Indonesia di Jawa Timur yang memberi label sesat kepada aliran Syiah. Ia menilai fatwa tersebut hanya sebagai pendapat. Oleh sebab itu, Yenny meminta agar nama muslim Syiah dipulihkan. Jika fatwa memancing tindak kekerasan, maka yang mengeluarkan fatwa harus bertanggung jawab secara moral dengan jalan mencabut fatwa dan meminta maaf. Jika tidak dilakukan, maka cara hukum dapat ditempuh.

"Di mana-mana perbedaan mahzab itu diterima. Harusnya MUI tidak gampang mengeluarkan fatwa sesat. Di mata tuhan kita sama. Memangnya kita siapa bisa mengeluarkan cap sesat dan menghakimi seenaknya saja," ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa para pemuka agama pada zaman dulu menerima Syiah. Dia menegaskan, jangan ada pihak yang mendiskriminasi orang lain. Yenny juga menekankan perlunya kepastian hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut. Setiap pelaku harus segera ditangkap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau