Eksekusi Mati 17 WNI di Malaysia Ditunda

Kompas.com - 07/09/2012, 20:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Eksekusi mati terhadap 17 Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia ditunda. Kebanyakan dari mereka umumnya tersangkut kasus narkotika dan pembunuhan.

"Sebanyak 17 warga negara Indonesia yang terancam terpidana mati di Malaysia ditunda pelaksanaannya," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Andhi Nirwanto di Kejaksaan Agung, Jumat (7/9/2012).

Andhi menjelaskan, salah satu yang seharusnya dieksekusi mati pada hari ini adalah Muhammad Bakri asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, atas kasus pembunuhan. Namun eksekusi batal dengan adanya upaya pemerintah Indonesia.

"Dengan berbagai upaya itu bisa ditunda eksekusinya. Kemudian akan ditempuh upaya lain, seperti pengampunan dan sebagainya. Pada November baru ada pemberitahuan lebih lanjut," terangnya.

Sementara itu, menurut Andhi, terdapat 116 warga negara Indonesia yang terancam tindak pidana mati di negeri Jiran itu, yang umumnya memang terjerat kasus narkotika dan pembunuhan.

Andhi mengungkapkan, beberapa persoalan antara Malaysia dan Indonesia, maupun negara lain, adalah tidak adanya komunikasi langsung pada kedutaan besar jika ada salah satu warga negara lain yang tersangkut perkara hukum di negara tersebut.

"Malaysia suka tidak beritahu kedutaan ketika warga negara Indonesia atau negara lain sedang tersangkut hukum. Jadi kami seringkali tahunya belakangan," ujarnya.

Menurut Andhi, pemerintah saat ini sedang melakukan upaya meringankan hukuman WNI tersebut. Namun tetap akan mematuhi peraturan hukum di Malaysia.

Andhi mendapat tugas memimpin langsung delegasi Indonesia untuk mengikuti second around working meeting bersama pemerintah Malaysia. Andhi menjelaskan, kedua negara telah menyepakati enam topik pembicaraan, di antaranya masalah hukuman mati, illegal fishing, human traficking, narkoba, MLA (mutual legal assistance), dan lingkungan hidup.

"Ini mengenai warga negara Malaysia yang menyangkut persoalan hukum di Indonesia atau sebaliknya," ucapnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau