Kairo, Kompas
Sebuah perahu yang membawa sekitar 100 imigran ilegal dari Afrika tenggelam, Kamis (6/9) malam, di lepas pantai Pulau Lampedusa, Italia. Kamis pagi, sebuah perahu lain yang membawa 106 imigran ilegal asal sejumlah negara Arab juga tenggelam ketika menabrak karang di perairan Laut Aegea di lepas pantai Turki barat.
Sebagian besar dari 106 imigran itu adalah warga Arab dari Palestina, serta sebagian lain dari Suriah dan Irak. Mereka berbicara dengan bahasa Arab. Sebanyak 60 imigran, di antaranya 11 lelaki, 18 wanita, dan 31 anak kecil, termasuk tiga bayi, diberitakan tewas.
Mereka yang meninggal diketahui berada di dek bawah
Menurut CNN Turk, sebuah sindikat mencoba menyelundupkan para imigran ilegal itu dengan kapal penangkap ikan dari Turki menuju Inggris. Mereka bertolak dari Desa Ahmetbeyli di Provinsi Izmir, Turki, yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Pulau Samos dan Chios di Yunani. Dua pulau tersebut dikenal sering menjadi tempat transit para imigran ilegal dari Timur Tengah dan Afrika yang melalui Turki menuju Eropa.
Dalam perkembangan terpisah, otoritas Italia menyatakan telah berhasil menyelamatkan 56 imigran ilegal dalam insiden perahu tenggelam di lepas pantai Lampedusa. Petugas juga menemukan satu jenazah korban, dan hingga Jumat sore masih terus mencari belasan orang yang masih hilang.
Perahu-perahu kesatuan Penjaga Pantai Italia dan tiga kapal perang NATO masih terus mencari korban yang hilang. Menurut imigran yang diselamatkan, kapal yang tenggelam itu mengangkut sekitar 100 imigran ilegal dari Tunisia dan dalam perjalanan menuju daratan Italia.
Pulau Lampedusa merupakan pulau yang masuk wilayah Italia dan hanya berjarak sekitar 120 kilometer dari pantai Tunisia. Pulau tersebut dikenal menjadi salah satu titik transit imigran ilegal dari Benua Afrika menuju Eropa.
Dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dilaporkan, sebanyak 60 imigran gelap asal Timur Tengah diamankan Kepolisian Resor Pacitan, Jumat. Mereka ditangkap saat baru tiba dari Jawa Barat
Kepala Polres Pacitan Ajun Komisaris Besar M Agung Budiono mengatakan bahwa imigran yang terdiri dari 55 laki-laki dewasa, tiga anak-anak, dan dua perempuan dewasa itu tiba di Pacitan menggunakan sembilan kendaraan pribadi. Rombongan tiba sekitar pukul 02.00. Sebagian besar imigran tersebut berasal dari Irak.