Pangeran Harry Dikirim ke Afganistan

Kompas.com - 08/09/2012, 16:07 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, mereka telah mengirim Pangeran Harry untuk bertugas di Afganistan selama empat bulan.

Pangeran Harry yang juga merupakan pilot helikopter Apache dikabarkan telah tiba di Kamp Bastion, Helmand, Afganistan, pada hari Kamis (6/9/2012).

Kamp Bastion merupakan pangkalan militer utama milik Inggris yang terdapat di negara itu.

Dia berada di Afganistan untuk bergabung dengan pasukan militer Inggris yang memerangi Taliban.

Berita penugasan Pangeran Harry muncul tidak berapa lama setelah publik Inggris dikejutkan dengan kemunculan foto-foto telanjangnya saat berada di Las Vegas yang dimuat sejumlah media AS dan harian The Sun di Inggris.

Tugas militernya sendiri bukanlah hal asing bagi Pangeran Harry karena sebelumnya dia pernah berada di Helmand selama sepuluh pekan pada akhir 2007 hingga 2008 lalu.

Dia kemudian ditarik kembali dari tugasnya setelah media melaporkan adanya pengiriman rahasia Pangeran Harry ke negara itu.

Putra kedua Pangeran Charles ini dikenal dengan sebutan Kapten Wales dan tiba di Afganistan sebagai bagian dari pasukan Skuadron 662 Korps Tentara Angkatan Udara Inggris.

Membantu pasukan

Kapten Jack Gordon dari Angkatan Laut Inggris mengatakan, keberadaan Pangeran Harry akan sangat bermanfaat bagi pasukan di Afganistan.

"Kapten Wales dengan pengalaman tugas sebelumnya yang terlibat dalam operasi sebagai forward air controller akan menjadikannya berguna sekali," kata Gordon.

"Dia memang nanti akan kesulitan untuk mendapatkan tugas. Saya nanti akan meminta agar dia bisa mendapatkan tugasnya dan dibiarkan untuk fokus mendukung pasukan koalisi yang bertugas di darat."

Sebagai forward air controller, Pangeran Harry bertugas untuk mengarahkan sejumlah pesawat tempur Inggris dalam menjatuhkan bom ke arah pejuang Taliban.

Pangeran Harry merupakan salah satu anggota keluarga kerajaan yang aktif di medan pertempuran setelah sebelumnya pamannya, Pangeran Andrew, juga melakukan hal yang sama saat Inggris terlibat perang Falkland pada 1982 lallu.

Pangeran Harry saat ini berusia 27 tahun dan berada di urutan ketiga sebagai pewaris takhta Kerajaan Inggris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau