PEKANBARU, KOMPAS.com — Kalangan tukang ojek yang beroperasi di Pekanbaru, Riau, kebanjiran penyewa atau "panen" jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012.
Seperti yang dialami Budi, pengojek yang kerap mangkal di pertigaan Jalan Bukit Barisan-Harapan Raya. Dia mengakui telah mendapatkan pesanan sewaan selama dua minggu ke depan.
Ia pun tak ketinggalan untuk memanfaatkan momentum kegiatan multicabang olahraga nasional itu dengan menaikkan tarif sewa ojek yang menyewanya.
"Kalau di hari-hari biasa harganya Rp 70.000. Karena ini PON, naik menjadi Rp 150.000 per hari, belum termasuk bensin," katanya, Sabtu (8/9/2012).
Budi bahkan menetapkan jam kerjanya yang telah disepakati antarkedua pihak, di mana jam antar dan jemput hanya berlaku sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.
"Di luar jam kerja, ada tarif tambahan, yakni Rp 5.000 per jam," katanya.
Dia mengaku mendapat penyewa dari kalangan pelancong asal Jawa Tengah dan kontrak telah dimulai sejak beberapa hari terakhir.
"Uangnya dibayar di depan karena saya tidak kenal penyewa ini. Terlebih dia orang luar daerah, takut nanti enggak dibayar," katanya.
Budi pun memperkenalkan beberapa rekanan sesama pengojek yang juga mendapatkan pesanan sewa dari kalangan pendatang luar daerah yang memiliki kepentingan terkait PON di Pekanbaru.
Salah satunya Heru Pranoto, yang mengaku juga mendapat sewaan dengan hitungan per dua pekan sekaligus.
"Antar jemput penyewa hanya berlaku untuk di dalam kota. Kalau ke luar Pekanbaru ada juga tambahan biayanya," kata dia.
Dia pun mengakui, PON telah memberi dampak positif bagi perekonomian keluarganya.
"Kalau hari-hari biasanya palingan kami hanya mangkal di simpang ini. Itu pun penyewanya kembang kempis," katanya.
Bahkan dalam sehari, demikian Heru, hanya ada tiga penyewa dan hanya mendapatkan omzet tidak lebih dari Rp 40.000 mengingat hanya pengantaran.
"Kalau bisa ada PON di Riau terus-menerus jadi kami bisa untung. Kami dukung PON Riau," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang