JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto menyatakan pemerintah mengutuk keras pelaku yang mengakibatkan terjadinya ledakan di Beji, Depok, Jawa Barat. Tindakan ini membuktikan masih adanya segelintir kelompok yang tidak menghendaki perdamaian di bumi Indonesia.
"Pemerintah mengutuk keras terhadap siapapun yang menyebabkan terjadinya peristiwa ledakan di Beji, Depok. Tindakan ini sangat bertentangan dengan kemanusiaan dan upaya bersama pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk senantiasa menggunakan cara-cara damai dan beradab dalam kehidupan bernegara," ujar Djoko di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan di Jakarta, Minggu (9/9/2012).
Djoko menjelaskan, pemerintah tidak melihat besar dan kecilnya ledakan. Pemerintah, terangnya, melihat dari tindakan teror masih menghantui kehidupan masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, dalam hal ini Polri, BIN, BNPT, dibantu oleh jajaran terkait tetap berupaya untuk mencari dan membekuk pelaku teror, di samping mengorek latar belakang dan motif peledakan.
Ikuti Mengawasi
Dia berharap segenap masyarakat untuk berperan aktif seperti yang dilakukan masyarakat Tambora, Jakarta Barat, dalam melaporkan tindakan Thorik yang merencanakan aksi teror.
"Pemerintah berharap (masyarakat) yang memiliki informasi atau sesuatu yang dapat mengungkapkan tindakan teror untuk segera melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat, contohnya dapat dilihat dari sepak terjang warga Tambora yang melaporkan tindakan mencurigakan Thorik," tambahnya.
Dia menjelaskan, dari laporan warga ke polisi, pihak aparat keamanan akan bekerja mencari dalang teror dan penanganan tindakan ke depan untuk hal tersebut, seperti deteksi teror secara dini.
Dengan menyerahkan hal itu ke aparat penegak hukum, maka tindakan aparat pada dalang teror adalah menindak mereka sesuai proses hukum yang berlaku.
Selain melaporkan kepada kepolisian, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap tindakan dari kelompok tertentu yang mencurigakan.
"Masyarakat perlu juga mewaspadai kemungkinan teror yang akan terjadi setelah ledakan Beji," pungkasnya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di Jalan Nusantara, Beji Depok, Jawa Barat pada jam 21.50 WIB. Bom rakitan itu mengakibatkan seorang pria di dalam rumah petak sumber ledakan terluka parah. Pria yang belum diketahui identitasnya itu masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polri R. Said Sukanto, Jakarta Timur.
Dua orang lainnya, yakni Mulyadi Tofik dan Bagus Kuncoro mengalami luka ringan. Polisi sudah memeriksa delapan orang saksi di Markas Polres Kota Depok sejak semalam. Tim Gegana juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti senjata api, granat, dan bahan peledak di lokasi kejadian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang