Wapres Irak Dijatuhi Hukuman Mati

Kompas.com - 09/09/2012, 21:45 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com - Wakil Presiden Irak yang melarikan diri, Tareq al-Hashemi, dijatuhi hukuman mati oleh satu pengadilan Irak, Minggu (9/9), setelah ia dinyatakan terbukti terlibat dalam pembunuhan seorang pengacara dan seorang brigadir jenderal.

Hashemi, yang diadili in absentia,  meninggalkan negerinya awal tahun ini setelah pihak-pihak berwenang menuduh dia menjalankan satu tim untuk melakukan pembunuhan. Kasusnya memicu krisis dalam pemerintahan yang beranggota blok-blok Sunni, Syiah dan Kurdi.

"Pengadilan tinggi bidang kejahatan menjatuhkan hukuman mati dengan cara digantung terhadap Tareq al-Hashemi setelah ia terbukti bersalah," kata juru bicara pengadilan Abdul Sattar al-Birqdar.

Hashemi dan menantunya Ahmed Qahtan dinyatakan bersalah atas dua pembunuhan. Sekretaris Hashemi juga diadili in absentia dan dijatuhi hukuman mati.

Sejak tentara Amerika meninggalkan Irak Desember lalu, pemerintahan yang dipimpin Nuri al-Maliki dari kubu Syiah telah berjalan tak mulus karena sering menemui jalan buntu politik. Ketegangan politik sering ditandai oleh pembunuhan berlatar belakang sektarian yang menarik Irak ke tepi jurang perang saudara pada 2006-2007.

Pengeboman dan serangan di seantero Irak menewaskan sedikitnya 58 orang hari Minggu, termasuk pengeboman di luar kantor konsulat Perancis di kota Nassiriya, Irak Selatan.

Hashemi yang berada di Turki sejak April telah menyangkal semua dakwaan atas dirinya dan tuduhan itu bermotif politik. Dia telah menuduh Maliki melakukan tindakan politik terhadap penentangnya dari Sunni tetapi pemerintah menyatakan hal itu merupakan kasus hukum.

Setelah kejatuhan diktator Saddam Hussein dan naiknya kubu Syiah yang mayoritas di Irak ke tampuk kekuasaan, banyak warga Sunni Irak merasa dipinggirkan. Para politisi Sunni mengatakan Maliki gagal memenuhi perjanjian untuk berbagai kekuasaan di pemerintahan di antara partai-partai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau