Rasyid: Malaysia Menang karena Wasit

Kompas.com - 09/09/2012, 23:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Pengatur serangan Indonesia U-22, Rasyid Akbar, menilai wasit menjadi biang keladi kekalahan Indonesia dari Malaysia U-22. Bagi pemain bertubuh mungil itu, "Garuda Muda" seharusnya mendapat dua hadiah penalti pada laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (9/9/2012).

"Pertandingan bisa berbeda jika wasit jeli melihat pelanggaran di dalam kotak penalti terhadap Hendra Bayauw. Dua gol akan membuat permainan berbeda, bisa jadi kami bisa lebih bersemangat dan menambah gol-gol lagi," ungkap Rasyid kepada wartawan.

Pandangan Rasyid tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan. Indonesia U-22 takluk 0-1 dari Malaysia U-22 melalui gol tunggal Rueben Thayaparan, beberapa menit sebelum babak pertama berakhir. Indonesia U-22 gagal membalas pada babak kedua, meski lebih banyak menyerang ketimbang sang tamu.

"Maaf atas kekalahan ini. Kendalanya, ada pemain yang baru bergabung. Persiapan kami juga minim. Hal ini membuat adaptasi dengan pemain lain kurang bagus. Yang jelas, mereka hanya menang beruntung," tutup pemain PSM Makassar itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau