KABUL, KOMPAS.com - Amerika Serikat dikabarkan segera menyerahkan penanganan penjara Bagram yang menahan 3.000 orang pejuang Taliban dan tersangka teroris kepada pemerintah Afganistan, Senin (10/9/2012).
Penyerahan penjara Bagram ini adalah bagian dari kesepatakan penyerahan seluruh penjara Afganistan ke tangan pemerintah lokal sebelum penarikan mundur pasukan NATO berakhir pada 2014.
Presiden Afganistan Hamid Karzai menyambut baik penyerahan kendali penjara Bagram ini dan dia menyebut penyerahan ini sebagai kemenangan atas kedaulatan nasional.
Penjara Bagram atau yang memiliki nama resmi Pusat Detensi Parwan berlokasi sekitar 40 km sebelah utara ibukota Kabul.
Juru bicara NATO Jamie Gaybeal kepada kantor berita AFP mengatakan 99 persen tahanan akan berada di bawah pengawasan pemerintah Afganistan.
Namun, lanjut Jamie, pasukan AS masih berwenang untuk menangkap tersangka teroris di Afganistan namun penyerahan tawanan tetap dilanjutkan ke tangan pemerintah Afganistan.
Penjara Bagram menjadi kontroversi karena dituding banyak terjadi pelecehan dan tindak kekerasan terhadap para tahanan di sana.
Pada Januari 2012, para penyidik Afganistan menuduh Amerika Serikat melakukan penyiksaan terhadap tahanan di Bagram.
Para tahanan melaporkan telah menerima penyiksaan, penahanan tanpa alasan dan menjadi subyek pemeriksaan badan yang memalukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang