Paus Terdampar Sedot Ratusan Pendatang

Kompas.com - 10/09/2012, 13:09 WIB

JAMBI, KOMPAS.com — Seekor paus yang terdampar di perairan timur Jambi sejak pekan lalu kini menyedot perhatian pendatang. Ratusan warga Kota Jambi dan daerah sekitar perairan mendatangi lokasi paus yang berukuran panjang 13,6 meter dan berat sekitar 4 ton tersebut.

Paus dewasa ini diperkirakan telah mati hampir sepekan lamanya di tengah alur laut, berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Kepala desa setempat, Edy Leonardo, mengatakan, seorang nelayan menebar jaring pada Kamis malam di dekat paus terdampar tersebut. "Karena kondisi gelap, nelayan ini mengira paus tersebut adalah kapal, ujar Edy, Senin (10/9/2012).

Edy melanjutkan, nelayan tersebut mengambil hasil tangkapan jaringnya keesokan hari dan kaget mengetahui kapal yang dimaksud ternyata adalah seekor paus. Setelah si nelayan menceritakan kejadian itu, banyak warga langsung mendatangi lokasi karena penasaran.

Pihaknya mengukur panjang paus 13,6 meter. Pada hari-hari pertama, warna paus terebut masih putih abu-abu dan kehitaman. Namun, setelah empat hari berselang, warnanya berubah kekuning-kuningan. Tubuhnya juga semakin membengkak dan menimbulkan bau tak sedap.

Meski begitu, sang paus tetap ramai dikunjungi orang. "Kemarin (Minggu) saja ratusan orang mendatangi lokasi untuk melihat paus terdampar ini," ujar Edy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau