Nelayan Kekurangan BBM Subsidi

Kompas.com - 10/09/2012, 16:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasokan bahan bakar minyak bersubsidi untuk nelayan Indonesia hingga kini masih minim. Kebutuhan solar bersubsidi untuk nelayan setiap tahun mencapai 2,5 juta kiloliter (kl), tetapi baru terpenuhi kuota sekitar 1,8 juta kl.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Heryanto Marwoto, di Jakarta, Senin (10/8/2012) mengemukakan, dari kuota 1,8 juta kl solar bersubsidi untuk nelayan, realisasi baru sekitar 800.000 kl. "Ada kekurangan pasokan BBM nelayan di setiap pelabuhan dibandingkan kebutuhan yang ada," ujar Marwoto.

Dicontohkan, kebutuhan BBM subsidi untuk kapal nelayan di Bitung mencapai 250 kl per bulan, sedangkan alokasi tidak pernah diatas 150 kl. Ia mengakui, masih ada kelemahan dalam pengendalian penggunaan BBM bersubsidi. Untuk itu, pihaknya kini mensyaratkan kapal nelayan penerima BBM bersubsidi untuk memiliki rekomendasi dari kepala pelabuhan.

Meski demikian, tidak seluruh kios ataupun stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPDN) di pangkalan pendaratan ikan memiliki kepala pelabuhan. Akibatnya, pencatatan penyaluran BBM bersubsidi rentan disalahgunakan. Penyaluran BBM subsidi ditujukan untuk seluruh kapal ikan dalam negeri. Adapun kuota solar bersubsidi untuk kapal nelayan maksimum sebanyak 25 kl per bulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau