Foke: Dalam Benak Saya Tidak Ada SARA

Kompas.com - 10/09/2012, 17:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jakarta Fauzi Bowo membantah adanya isu SARA yang menyangkut pemilihan Gubernur DKI 2012. Menurutnya, isu tersebut hanya mindset orang yang kurang tepat.

"Nggak ada tempat buat SARA di Jakarta. Mungkin mindset orang-orang itu saja yang kurang tepat. Di benak saya, tidak ada yang namanya SARA," kata gubernur yang akrab disapa Foke itu, selepas membuka acara Turnamen Taiji dan Qigong Internasional di Jakarta, Senin (10/9/2012).

Foke pun mempertanyakan orang-orang yang meniupkan isu SARA terhadap dirinya. Menurutnya, orang-orang yang meniupkan SARA tidak pantas tinggal di Jakarta.

"Kalau ada orang yang berpikiran seperti itu, silakan pindah dari Jakarta. Nanti saya cabut KTP-nya," ujar gubernur lulusan tata kota di Jerman tersebut.

Foke juga menyangkal isu yang mengatakan dirinya tidak setuju dengan pelaksanaan pemilu yang adil dan damai.

"Saya ini 5 tahun menjaga Jakarta aman, nggak gampang lho. Masa sekarang dikatakan saya tidak setuju pemilu yang aman, adil, dan damai," ucapnya.

Foke juga sedikit menyinggung isu kebersihan, terutama sampah di DKI Jakarta. Foke mengimbau agar seluruh elemen masyarakat ikut serta membantu Pemda DKI.

"Marilah kita sama-sama membersihkan DKI Jakarta dari sampah," ajaknya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau