Suriah

Sekjen PBB Desak Dewan HAM

Kompas.com - 10/09/2012, 18:48 WIB

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk bergerak cepat merespons krisis di Suriah. "Saat Dewan Keamanan terbelah, Majelis Umum dan Dewan HAM harus mengambil tindakan," kata Ban Ki-moon dalam pidatonya pada persidangan ke-21 Dewan HAM PBB.

Ban Ki-moon, di Geneva, mengatakan kalau saat ini adalah waktu yang amat mendesak untuk mencari solusi menuntaskan masalah Suriah. "Utamakan dialog dan saya menekankan agar semua pihak membantu," katanya.

Secara khusus, Ban Ki-moon mengatakan semua pihak membantu Utusan Khusus untuk Suriah Lakhdar Brahimi. "Kita harus meyakinkan banyak pihak yang berkomitmen untuk memerangi kejahatan terhadap kemanusiaan," ujarnya lagi sebagaimana warta AP dan AFP, Senin (10/9/2012).

Perhatian soal kemanusiaan lain yang patut mendapat perhatian, lanjut Ban Ki-moon adalah masalah di Mali dan Palestina. "Saya mengajak semua negara menjalin kerja sama dengan mekanisme Dewan HAM PBB," demikian Ban Ki-moon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau