Perbaikan jembatan

Kemacetan di Tol Surabaya-Gresik Makin Parah

Kompas.com - 10/09/2012, 19:10 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com- Jalan tol Surabaya-Gresik, Jawa Timur, Senin (10/9/2012), sejak pagi hingga saat ini masih macet total, termasuk ke ruas jalan di dalam kota Surabaya. Jalan alternatif melalui ruas Jalan Benowo, petang ini juga makin padat dari dua arah.

Kemacetan parah juga terjadi di Jalan Mayjen Sungkono, juga di sekitar Tugu Pahlawan, karena arus truk dan peti kemas melalui Jalan Dupak menuju Gresik maupuan jalan tol sudah macet total.

"Saya sudah hampir empat jam di jalan tol dan sama sekali belum bergerak, Tidak tahu apa peneyebabnya," kata seorang pengemudi truk yang ditemui di jalan tol Gresik-Surabaya. Kemacetan di jalur tol Surabaya-Gresik dan sebaliknya adalah dampak dari perbaikan Jembatan Branjangan, sehingga truk dan peti kemas dilarang melintas di lokasi tersebut.

Akibatnya, hingga malam ini jalan tol Satelit arah arah Tanjung Perak antrean masih panjang bahkan sudah sampai di KM 8 dan pintu tol Satelit arah Tanjung Perak ditutup, namun pintu tol Waru dan Sidoarjo arah Tanjung Perak tetap dibuka namun diberi pengumuman arah Gresik macet, arah Dupak masih tergaanggu sehingga pengendara diminta menghindari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau