Pedagang Susu, Pemasang Gipsum, atau Penjual Bubur Bayi

Kompas.com - 10/09/2012, 21:17 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Bermacam-macam pengakuan terduga teroris kepada para tetangga. Di Desa Susukan, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terduga teroris mengaku sebagai pedagang susu kedelai, pemasang gipsum, dan penjual bubur bayi.

Mana yang benar? Sepengetahuan warga, mereka hanya tahu penghuni rumah di RT 03 RW 08 Desa Susukan adalah penjual susu kedelai. Walau mengaku sebagai pemasang gipsum atau penjual bubur bayi, warga belum melihatnya sendiri.

"Suami saya pernah membantu membungkus susu kedelai di rumah kontrakan mereka," tutur Nurjanah (26), istri Arif Hidayat (31), warga RT 02  RW 08, Desa Susukan.

Kepada Dodi (29), tetangga yang bersebelahan rumah, para terduga teroris mengaku sebagai pemasang gipsum. Namun, Dodi tidak pernah menggunakan jasa mereka. Dodi tidak menaruh curiga, bahkan setengah percaya pengakuan para terduga teroris.

"Saya sering mendengar suara deru mesin dari dalam rumah itu," tutur Dodi. Berbeda dengan informasi yang diterima Deni Iskandar, Ketua RW 08 Desa Susukan.

Informasi yang diterima dari warga sekitar, terduga teroris berjualan bubur bayi. Deni memang belum sempat bertemu langsung mereka karena belum menerima laporan kependudukan penghuni rumah kontrakan itu. Deni juga tidak tahu nama-nama seluruh penghuni.

Yang dia tahu, seorang dari mereka bernama Anwar. Ketiganya tinggal di sana atas rekomendasi warga setempat, Arif Hidayat (31). "Karena Arif yang mengajak, kami tidak terlalu curiga," kata Deni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau