Roma, Senin
Pelatih tim ”Azzurri”, Cesare Prandelli, kembali menekankan karakter penguasaan bola yang sukses membawa Italia ke final Piala Eropa melawan Spanyol.
Italia kehilangan karakter penguasaan bola yang dibangun oleh Prandelli saat melawan Bulgaria. Lini tengah juara dunia 2006 ini kehilangan kesabaran dan lebih banyak memainkan bola-bola panjang.
”Penampilan kami di Sofia tidak cukup, negatif,” kata Prandelli yang merevolusi permainan Italia menjadi lebih menyerang.
”Ini menunjukkan, Anda bisa lupa terhadap yang telah dipelajari. Kami bermain terlalu banyak bola-bola panjang,” ujar mantan gelandang Juventus ini.
”Kami perlu kembali pada konsep yang kami asah dalam dua bulan ini,” ujar pelatih berusia 55 tahun ini.
Italia kehilangan dua poin di Sofia dan mengejar poin penuh saat menjamu tim lemah Malta di Modena, Selasa (11/9). Italia, yang di Grup B bersama Armenia, Bulgaria, Ceko, Denmark dan Malta, mengejar posisi juara grup agar langsung ke Brasil. Eropa mendapat jatah 13 tim, dengan 9 juara grup otomatis ke putaran final. Sementara empat tiket lain ke Brasil diperebutkan delapan peringkat kedua terbaik dengan menjalani putaran kedua.
Prandelli, yang menerapkan formasi 3-5-2 saat melawan Bulgaria, kemungkinan besar akan kembali ke formasi 4-3-1-2. Formasi ini berjalan mulus di Piala Eropa 2012, lini depan lebih tajam dan tidak kehilangan kekuatan di lini pertahanan.
Prandelli belum bisa menurunkan duet bomber, Antonio Cassano dan Mario Balotelli. Dia kembali memasang Pablo Osvaldo. Bomber AS Roma yang memborong dua gol saat melawan Bulgaria itu bisa dipasangkan dengan Mattia Destro yang mengisi posisi Sebastian Giovinco.
”Osvaldo salah satu pemain saya yang tampil sangat baik, saat ini dia bisa membuat perubahan,” kata Prandelli.
Gelandang serang Alessandro Diamanti akan beroperasi di belakang dua ujung tombak Italia. Pencetak gol penentu kemenangan Italia atas Inggris di Piala Eropa 2012 itu akan menjadi penghubung pengatur permainan Andrea Pirlo dan lini depan.
”Pada Selasa kami harus menemukan kembali identitas kami,” kata Prandelli optimistis.