Kebumen Genjot Kedelai Varietas Anjasmara

Kompas.com - 11/09/2012, 17:19 WIB

KEBUMEN, KOMPAS.com - Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menggenjot produksi kedelai khusus varietas Anjasmara sebagai upaya memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Produksi kedelai di Kebumen pada 2011 mencapai 11.190 ton dari luas panen 8.403 hektar. Pada 2012 ditargetkan, luas panen mencapai 8.463 hektar dengan produksi 11.357 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen, Pujirahaju, Selasa (11/9/2012) mengatakan, lahan yang potensial untuk ditanami palawija seluas 27.035 hektar, mulai menanam kedelai pada awal musim kemarau Juli lalu. "Harga kedelai tahun ini terus tinggi, mencapai Rp 7.000 per kilogram. Makanya kedelai bisa dipertimbangkan petani sebagai tanaman alternatif padi," ujarnya.

Pudjirahaju menjelaskan, data Kementerian Pertanian menyebutkan, produksi kedelai nasional baru sekitar 800.000 ton per tahun yang berarti masih jauh dari kebutuhan nasional yang mencapai 2-2,5 juta ton per tahun. Kekurangan kedelai sebesar 1-1,5 juta ton setiap tahunnya karena luas lahan kedelai masih terbatas. Apalagi kedelai masih menjadi tanaman selingan.

"Selain itu, rata-rata produksi kita memang masih 1,3-1,4 ton per hektar. Masih jauh dari potensi optimal yang bisa mencapai 2,5-4 ton per hektar," jelasnya.

Menurut dia, sawah di Kebumen cocok untuk ditanami kedelai. Sebab, sifat tanahnya cenderung kering. Oleh karena itu, produktivitasnya pun cukup tinggi, yakni mencapai 2-2,5 ton per hektar.

Target peningkatan produksi kedelai, kata Pudjirahaju, optimistis dapat dicapai. Apalagi pada tahun 2012, sejumlah kelompok tani mendapat bantuan sarana pertanian dan benih kedelai sebesar Rp 9.330.000 untuk setiap kelompok dari Kementerian Pertanian.

Di Kabupaten Kebumen, dikembangkan kedelai varietas Anjasmara yang produktivitasnya bisa mencapai 2,5-3 ton per hektar. Umurnya juga relatif pendek, hanya 85 hari panen dengan biji besar yang ukurannya sama sehingga disukai konsumen.

Keunggulan lain, lebih tahan terhadap penyakit kara daun, serta mampu ditanam menggunakan sistem tanam tanpa olah tanah sehingga lebih efisien.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau