Raskin

Beras Berkutu dan Bau, Penyaluran Tersendat

Kompas.com - 12/09/2012, 07:14 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Selama dua bulan terakhir penyaluran beras untuk rakyat miskin yang ditujukan kepada 53.046 keluarga di 9 dari 13 kecamatan se-Kota Tangerang tersendat.

Selain itu, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan juga terkendala dalam penyaluran beras murah subsidi pemerintah tersebut.

Suplai beras untuk rakyat miskin (raskin) yang diterima warga setiap bulan sebanyak 15 kilogram itu terhenti karena pasokan raskin kosong di Gudang Bulog Divisi Regional Tangerang. Sementara itu, stok beras yang ada masih dalam proses fumigasi atau divakum.

”Penyaluran raskin sedang dihentikan sementara waktu karena stok beras di gudang Tangerang berkutu dan bau. Makanya, kami belum menyalurkan beras itu kepada warga,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Publik Bulog Divre Tangerang Edi Jubaedi di Kota Tangerang, Selasa (11/9/2012).

Proses fumigasi itu, menurut Edi, dilakukan untuk membuang kutu dan bau pada beras.

”Diharapkan, proses ini akan selesai akhir pekan ini sehingga Senin pekan depan, suplai raskin sudah disalurkan kepada masyarakat penerima,” ujar Edi lebih lanjut.

Selain Kota Tangerang, lanjut Edi, warga di Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan juga belum menerima raskin. Suplai raskin untuk wilayah Kabupaten Tangerang sebanyak 24.000 ton dan Tangerang Selatan sebanyak 28.000 ton.

Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Erlan Sunarlan menjelaskan, suplai raskin untuk warga Kota Tangerang sebanyak 795.690 kilogram (kg) per bulan. Setiap keluarga mendapat 15 kg per bulan.

Pengadaan raskin ini disubsidi pemerintah dengan tujuan keluarga miskin bisa memperoleh beras bantuan itu seharga Rp 1.600 per kg dari harga normal Rp 6.000 per kg.

Meningkat

Erlan menegaskan bahwa pihaknya sudah mendesak Bulog agar segera menyalurkan raskin yang belum diterima warga.

”Terakhir raskin diterima oleh tiga kecamatan meliputi Cipondoh, Karang Tengah, dan Pinang pada akhir Agustus lalu. Sementara keluarga miskin di 9 kecamatan yang lain belum menerima raskin pada periode Agustus. Secara keseluruhan, warga belum menerima haknya tersebut untuk September,” kata Erlan.

Menurut Erlan, raskin sangat dibutuhkan keluarga miskin. Selama ini, mereka sangat bergantung pada beras murah tersebut.

Di Kota Tangerang, lanjut Erlan, jumlah penerima raskin pada tahun ini cukup tinggi dan mengalami kenaikan hingga 100 persen dari tahun lalu. yang jumlahnya mencapai 28.546 kepala keluarga. Data itu berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik Kota Tangerang. (PIN)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau