Gaun Motif Anggrek Kate Middleton di Singapura

Kompas.com - 12/09/2012, 10:28 WIB

KOMPAS.com - Akhirnya, tiba juga pasangan Duke dan Duchess of Cambridge di Singapura. Setelah mendarat di bandara Changi, Selasa (11/9/2012) lalu, mereka langsung mengunjungi Botanic Gardens. Kate Middleton yang terutama ditunggu-tunggu kedatangannya, sungguh tak mengecewakan para tuan rumah. Ia tampil mengenakan gaun bergaya kimono berwarna pink pucat rancangan desainer Inggris favoritnya, Jenny Packham.

jenny packham1

Yang mengesankan, gaun itu juga menggunakan motif anggrek! Motif anggrek ini digarap oleh para seniman terlatih di studio De Gournay di Chelsea, dan menghabiskan delapan minggu untuk pembuatannya.

jenny packham

Gaun Jenny Packham ini dirancang khusus dengan motif anggrek.

Kebun ini memiliki koleksi anggrek yang sangat beragam, dan salah satu di antaranya adalah anggrek putih jenis Dendrobium yang diberi nama "Dendrobium Memoria Princess Diana" untuk mengenakan ibunda Pangeran William. Dalam kunjungan tersebut, Dendrobium mendapat persetujuan secara resmi dari keluarga kerajaan ini.

"Cantik ya, bunganya. Apakah ia pernah berkunjung ke Singapura?" tanya William pada Poon Hong Yuen, CEO Botanic Gardens.

Pada kenyataannya, keinginan Putri Diana untuk mengunjungi Singapura tak pernah terkabul hingga kematiannya pada tahun 1997.

"Sayang sekali. Bunga ini indah sekali. Sangat cantik," ungkap William, menyayangkan kenyataan tersebut. Pada Poon, William mengatakan bahwa bunga itu serasi sekali dengan gaun yang dikenakan istrinya.

vanda william catherine

Namun Botanic Gardens sendiri mempersembahkan jenis anggrek lain, dengan kelopak warna putih dengan bintik-bintik warna fuchsia. Anggrek ini diberi nama dengan nama pasangan tersebut, yaitu Vanda William Catherine.

Setelah beristirahat sejenak di Raffles Hotel untuk mandi dan berganti pakaian, pasangan ini langsung berangkat lagi untuk mengunjungi The Istana, kediaman resmi Presiden Singapura Tony Tan dan Ibu Negara Mary Tan. Kate telah mengganti busananya, namun tetap dengan motif bunga, yaitu gaun putih dengan motif bunga-bungaan menggunakan teknik Rorschach (lukisan yang dihasilkan dari noda tinta yang biasanya digunakan untuk tes kepribadian) warna ungu rancangan desainer kelahiran Singapura, Prabul Gurung.

di istana

Desainer yang dibesarkan di Nepal itu sekarang memiliki klien papan atas seperti Michelle Obama dan Sarah Jessica Parker. Gaunnya sendiri merupakan koleksi Spring/Summer 2012 ini menggunakan bahan wol-sutera dengan bateau neck, dan belahan V di bagian punggungnya, menyambung ke resleting yang tersembunyi. Lengannya sepanjang tiga perempat, menampakkan gelang berlian yang diberikan pada Kate sebagai hadiah perkawinannya. Gaun yang harganya semula 1.770 poundsterling (Rp 27 juta) itu kini sudah turun menjadi 710 poundsterling (Rp 11 juta).


istana

Gaun Prabul Gurung yang menampakkan motif bunga yang dihasilkan dari lukisan teknik Rorschach.

Dalam jamuan makan resmi, Kate dan William menikmati tujuh macam hidangan China. Di antaranya adalah bebek panggang dengan salad, bebek panggang dengan irisan mangga, tumis daging Wagyu dengan lobak dan wortel, la mian (mi buatan sendiri) dengan pangsit ayam dan buncis, serta hidangan penutup berupa agar-agar dingin yang disajikan dengan mangga, sagu, jeruk pomelo, dan kue bulan.

Singapura menjadi perhentian pertama Kate dan William, dalam tur resmi ke Asia Tenggara untuk merayakan Diamond Jubilee Ratu Elizabeth. Mereka berada di negara ini selama tiga hari, lalu terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, lalu ke kota Sarawak di Kalimantan, sebelum mengakhiri perjalanan mereka ke Kepulauan Solomon dan Tuvalu.

FOTO-FOTO: THE DAILY MAIL

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau