Lelaki Terpotong Tiga akibat Ditabrak KA

Kompas.com - 12/09/2012, 14:11 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Seorang lelaki ditemukan tewas dengan kondisi amat mengenaskan akibat ditabrak kereta api di Stasiun Rawabebek, Kotabaru, Bekasi Barat, Rabu (12/9/2012) pukul 11.30.

Lelaki beridentitas Fery Fadly (25) itu tewas dengan tubuh terpotong tiga dan sejumlah organ hancur. Jenazah lelaki muda ini sudah berada di RSUD Kota Bekasi untuk diotopsi guna kepentingan penyelidikan kasus kecelakaan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Fery Fadli tinggal tidak jauh dari Stasiun Rawabebek, tepatnya di Kranji, Bekasi Barat. Stasiun itu membatasi Kotabaru dan Kranji. Fery tertabrak saat akan menyeberang dari Kranji ke Kotabaru.

Sejumlah saksi mata menyatakan keheranan dengan sikap Fery. Sebelum menyeberangi rel dan tertabrak, Fery datang ke lokasi dengan sepeda motor. Setelah menepikan sepeda motor di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Fery menunggu dan menyeberang rel saat ada KA akan melintas.

Akibatnya, tubuh lelaki itu tertabrak dan terseret sekitar 100 meter. Ada warga yang melihat memberitahukan kejadian itu ke salah seorang petugas Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang ada di dekat stasiun dan menghubungi kantor polisi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau