Ada Tanda Kekerasan pada Jasad di Pondok Aren

Kompas.com - 12/09/2012, 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Identitas sosok mayat perempuan yang ditemukan tewas tanpa busana di Pondok Jalan Raya Tegal Rotan, RT 003 RW 01 Nomor 59, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, masih misterius.

"Belum ada titik terang mengenai identitas korban, begitu pun dengan sebab kematiannya. Masih diselidiki di lapangan," ungkap Kapolres Tangerang Kabupaten Komisaris Besar Priyo Andaga, Rabu (12/9/2012).

"Memang pada tubuh korban ada indikasi tindak kekerasan fisik, namun apakah itu yang jadi sebab kematiannya belum bisa dipastikan," ungkapnya menambahkan.

Priyo juga belum bisa mengonfirmasi apakah pada diri korban ada tanda kekerasan seksual.

"Untuk bisa membuat kesimpulan demikian, harus menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit. Saat ini proses otopsinya masih berlangsung di RS Tangerang," ujar Priyo.

Jasad perempuan malang ini pertama kali ditemukan di sebuah rumah kosong bekas panti pijat oleh penduduk setempat. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telentang tanpa busana dengan tangan kiri terlipat ke atas.

Kondisi tubuh yang membeku dan mengeluarkan bau tak sedap mengindikasikan bahwa korban telah tewas selama beberapa hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau