Razia Bahan Peledak di Ambon Ditingkatkan

Kompas.com - 12/09/2012, 17:46 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian dan TNI di Ambon, Maluku, terus meningkatkan razia bahan peledak, senjata api, senjata tajam, serta benda terlarang lain menyusul penangkapan enam warga terkait kepemilikan senjata api dan bahan peledak, Minggu lalu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa (12/9/2012) malam, puluhan aparat Kepolisian dan TNI menggelar razia di kawasan Jalan AY Patty, Kota Ambon. Dalam razia tersebut, petugas memeriksa setiap kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi kawasan jalan itu. Petugas memeriksa identitas dan barang bawaan pengendara dan penumpangnya. Petugas memfokuskan pada pencarian senjata api, bahan peledak, senjata tajam, dan benda-benda terlarang lain yang digunakan warga. Selain itu, petugas juga memeriksa identitas pengenda,serta surat-surat kelengkapan kendaraan.

Kepala Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ajun Komisaris Besar Suharwiyono mengatakan, sejak penangkapan enam orang warga terkait kepemilikan senjata api, amunisi, serta granat, polisi terus meningkatkan razia di sejumlah lokasi di Kota Ambon. Razia tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan serta aksi teror di Kota Ambon.

"Kita saat ini rutin menggelar razia setelah penangkapan enam warga beberapa waktu lalu. Razia dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama terjadi di Kota Ambon, yang sudah makin kondusif," katanya kepada Kompas.com, Rabu (12/9/2012).

Suharwiyono menambahkan, razia juga dilakukan untuk mempersempit ruang gerak warga yang ingin membuat tindakan kriminal di Ambon. Ia mengakui, biasanya aparat TNI dan Polri hanya menggelar patroli rutin. Namun, setelah penangkapan enam warga itu, timnya meningkatkan razia. "Kita tetap antisipasi berbagai kemungkinan dengan menggelar razia," katanya.

Dalam razia yang berlangsung lebih dari satu jam itu, aparat tidak menemukan senjata api, bahan peledak, serta benda-benda berbahaya lain. Namun, sejumlah sepeda motor diamankan polisi karena pengendaranya tidak memiliki surat-surat kelengkapan berkendaraan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau