Kekerasan

Pelajar SMK di Depok Tewas Ketika Tawuran

Kompas.com - 12/09/2012, 17:51 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Abu alias Dedi Triyuda (17) siswa Sekolah Menengah Kejuruan Baskara tewas setelah tawuran melawan SMK Pancoran Mas, Kota Depok. Abu mengalami luka di bagian selangkangan kaki dan kepala karena benda tajam dan benturan benda tumpul.

Abu bersama temannya terlibat tawuran di Jalan Raya Sawangan. Truk yang mereka tumpangi macet ketika melewati jalan menanjak. Saat itulah tawuran pecah, hingga membuat Abu terluka parah.

Seorang temannya membawa Abu ke Klinik Depok Dua di Jalan Keadilan Nomor 41, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok. "Mayat sampai klinik pukul 15.00. Seorang turun dari angkot membawanya dalam kondisi sudah tidak sadar. Lalu dia bilang ke saya 'Tolong dibersihin'," tutur Pandu (23) penjaga klinik Depok Dua, Rabu (12/9/2012).

Seorang yang membawa mayat Abu lalu meninggalkan klinik menggunakan angkot. Abu ketika tidak berdaya masih menggunakan seragam sekolah. Sayangnya pada saat mayat Abu datang klinik sedang tutup.

Warga kemudian melaporkan peristiwa ini ke kepolisian. Pihak kepolisian melacak dan akhirnya ditemukan teman-teman Abu. Saat ini beberapa rekan Abu menjalani pemeriksaan di Markas Polsek Pancoran Mas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau