PDI-P Akan Sulit Ajukan Calon pada Pilkada Jabar

Kompas.com - 12/09/2012, 21:59 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dikhawatirkan bakal sulit mengajukan calon untuk Pilkada Jawa Barat Tahun 2013 menyusul pengunduran diri Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI-P Jawa Barat Rudi Harsa Tanaya. Pada surat pencalonan gubernur,  harus ada tanda tangan pimpinan partai politik, yakni ketua dan sekretaris atau jabatan yang sudah diatur sesuai anggaran dasar partai.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat Yayat Hidayat, ketentuan tersebut tercantum dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 mengenai pemerintahan daerah dan diperjelas dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2012. Dengan demikian, pelaksana harian yang bakal ditunjuk Dewan Pimpinan Pusat PDI-P untuk menggantikan Rudi tidak memiliki kewenangan untuk menandatangani surat pencalonan.

"Padahal, pendaftaran calon dibuka pada minggu awal bulan November dan berlangsung selama tujuh hari saja," kata Yayat.

Rudi mengumumkan pengunduran dirinya sejak awal September 2012. Alasannya, karena dia tidak lagi dipercaya oleh DPP PDI-P. Namun, Rudi tidak menjelaskan lebih rinci maksud pernyataannya itu. Pengunduran diri Rudi juga diikuti beberapa pengurus lainnya di DPD PDI-P Jabar dan saat ini belum ada pelaksana harian yang bertugas menggantikannya.

Setelah pengunduran diri jajaran pengurus itu, kantor DPD PDI-P Jabar tampak lengang. Tidak terlihat pengurus di kantor kecuali seorang staf yang membereskan ruangan karena gedung tengah dicat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau