JAKARTA, KOMPAS.com — Pada perdagangan hari Kamis (13/9/2012) ini, rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan menguat. Menurut BNI Unit Treasury, tekanan rupiah diperkirakan berkurang seiring turunnya NDF di pasar offshore. NDF satu bulan pagi ini dibuka di level Rp 9.590-Rp 9.600.
Adanya lelang SBI sembilan bulan hari ini dengan target Rp 20 triliun diharapkan dapat memberi sentimen positif pada pergerakan hari ini. Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait penentuan suku bunga acuan (BI rate) siang ini yang diprediksikan akan bertahan di level 5,75 persen mengingat rilis data inflasi awal bulan ini yang masih terjaga dan membaiknya kinerja ekspor Indonesia.
Hari Rabu (12/9/2012), rupiah ditutup menguat tipis di level Rp 9.568, opening di level Rp 9.470 setelah bergerak di kisaran Rp 9.465-Rp 9.495. Bursa IHSG yang ditutup di zona hijau memberi sentimen positif pada penutupan rupiah kemarin sore.
Persetujuan Jerman terkait dana talangan zona Eropa membuat risk appetite mulai terlihat di pasar dan memberikan kekuatan bagi rupiah terhadap tekanan dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang