Tiga Masalah Pengembangan PAUD di Daerah

Kompas.com - 13/09/2012, 16:52 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com - Meski masih berlokasi di Pulau Jawa, Sleman masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar dalam pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerahnya. Masalah-masalah seperti kurangnya fasilitas belajar, rendahnya kualitas guru serta kompensasi untuk para guru masih dialami.

"Permasalahan-permasalahan tersebut merupakan kendala tersendiri, padahal pendidikan anak usia dini (PAUD) sangatlah penting, karena PAUD merupakan pondasi pengembangan kualitas anak di masa mendatang," kata Asisten Sekda Kabupaten Sleman Bidang Pembangunan Suyamsih, pada Temu Anak Sleman dalam rangka Hari Anak Nasional, Kamis (13/9/2012).

Menurutnya, pemda memahami strategisnya pendidikan usia dini untuk membentuk generasi yang cerdas. Suyamsih mengatakan 50 persen kapasitas kecerdasan saat dewasa dibentuk saat seseorang berusia empat tahun. Tentu saja, dibentuk melalui suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dari pengalaman sehari-hari.

"Setelah itu terjadi perkembangan jaringan otak yang pesat mencapai 80 persen letika anak usia delapan tahun dan mencapai puncaknya pada usia l8 tahun. Momen tersebut tidak dapat diulang, karena setelah itu meskipun dilakukan perbaikan nitrisi tidak akan berpengaruh pada perkembangan kognitifnya," tambahnya.

Pentingnya PAUD dinilai menjadi tanggung jawab bersama dari pihak pemerintah, masyarakat, institusi PAUD dan orangtua untuk menanggulangi kendala-kendala yang ada. Dengan demikian, terbentuk generasi muda yang berbudi luhur, sopan santun, memiliki daya kreasi, pandai dan nasionalis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau