Tidur Panjang di Akhir Pekan Bikin Tambah Ngantuk

Kompas.com - 13/09/2012, 17:20 WIB

KOMPAS.com - Banyak orang menanti hari Sabtu-Minggu sebagai hari libur setelah lima hari efektif bekerja. Selain diisi kegiatan rekreasi, akhir pekan banyak dimanfaatkan orang untuk tidur panjang. Sebagian orang menganggap, waktu tidur yang banyak tersita selama hari kerja dapat diganti saat akhir pekan atau waktu libur tiba.

Sayangnya, kebiasaan ini menurut hasil sebuah penelitian terbaru justru tidak menjawab masalah kualitas tidur seseorang. Tidur panjang di akhir pekan tidak akan menggantikan waktu tidur yang hilang selama seminggu. Bahkan, kegiatan ini malah membuat orang lebih mengantuk pada Senin pagi.

Para ilmuwan dari UT Southwestern Medical Center, mengatakan tidur panjang di hari Sabtu dan Minggu akan mengganggu jam internal tubuh. Sehingga malah membuat seseorang lebih sulit bangun di hari kerja setelah libur.

"Ada mitos yang mengatakan jika Anda kehilangan waktu tidur selama hari-hari kerja, itu dapat diganti di akhir pekan," kata Dr. Gregory Carter, salah satu peneliti.

Ia menilai mitos ini keliru. Dalam keseharian, tubuh kita memiliki siklus harian atau sirkadian yang memandu secara internal tubuh kita. Seseorang dapat menunda siklus sirkadian mereka maksimal sampai satu jam.

Para ahli menjelaskan, tidur panjang di hari Sabtu akan menunda sirkadian pada otak sampai dua jam. Ini akan membuat Anda lebih sulit tidur pada hari Minggu, sehingga Anda kesulitan bangun tepat waktu di hari Senin.

Carter menyarankan, jika ingin menyeimbangkan utang tidur di hari kerja sebaiknya orang mempercepat waktu tidurnya di kemudian hari. Utang tidur dapat dikompensasikan dengan memberi waktu istirahat 8 jam di tempat tidur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau