Dahlan Iskan: Berobat di Singapura Lebih Murah

Kompas.com - 13/09/2012, 18:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan baru saja kembali dari berobat selama tiga hari di Singapore General Hospital (SGH). Dahlan menganggap bahwa berobat di Singapura lebih murah bila dibandingkan dengan di Indonesia. "Saya sudah dua minggu flu, takut ada masalah dengan transplantasi hati. Kalau flu biasa tidak mungkinlah ke Singapura. Kalaupun dipaksakan (penyakitnya) akan lebih mahal lagi biaya pengobatannya," kata Dahlan saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (13/9/2012).

Kebetulan Dahlan Iskan di Singapura dulu pernah melakukan operasi. Nah, dokter yang menangani penyakit Dahlan selama di Singapura ini mengerti tentang kondisinya sehingga akan lebih mudah untuk melakukan pengobatan di sana.

Selama di Singapura, Dahlan pun juga diperiksa terkait kondisi transplantasi hatinya meski Dahlan hanya memiliki gejala flu, sedikit batuk dan suhu panas tubuh yang tidak kunjung turun. "Kelihatannya penyakit saya terlalu rumit dan risikonya terlalu mahal kalau berobat di Indonesia, tapi setelah diketahui ternyata baik-baik saja," tuturnya.

Sekadar catatan, Dahlan sejak Minggu (9/9/2012) terbang ke Singapura untuk memeriksakan kondisi tubuhnya. Tampaknya Dahlan cukup kelelahan karena sebelumnya harus melakukan aktivitas tanpa henti. Mulai dari umrah (tanpa disuntik kekebalan seperti jamaah haji lain). Lantas dia juga sempat berkeliling dalam rangka dinas kerja ke Aceh, Pekalongan, puncak Gunung Halimun dan Yogyakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau