Tiba-tiba Diminta Tanda Tangan Deklarasi Damai, Foke Protes

Kompas.com - 13/09/2012, 22:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bukan rahasia umum jika petahana Fauzi Bowo kerap melontarkan pernyataan yang kontroversial dan melakukan tindakan yang tak terduga. Saat kegiatan deklarasi damai, pria yang akrab disapa Foke ini mengejutkan hadirin yang datang.

Saat diminta untuk membaca dan menandatangani naskah Deklarasi Damai, pria berkumis ini mengambil mikrofon dan langsung memotong pernyataan MC. Ia tidak mau menandatangani deklarasi damai jika tidak diberi kesempatan untuk membaca isi deklarasi tersebut.

"Saya belum pernah baca isinya. Kalau tiba-tiba disuruh tanda tangan saya tidak mau," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, saat deklarasi damai di Silang Monas, Jakarta, Kamis (13/9/2012).

Menurutnya, sebuah deklarasi yang nantinya menjadi kesepakatan kedua pasang calon peserta putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2012 ini harus dibaca dengan teliti oleh kedua belah pihak agar tidak disalahgunakan.

"Saya minta izin membaca dulu naskah yang akan saya tanda tangani. Harus tahu dulu semuanya. Warga Jakarta juga begitu. Harus tahu, jangan beli kucing dalam karung," ujar Foke.

Ketua Kelompok Kerja Kampanye KPU Provinsi DKI Jakarta Suhartono akhirnya memperbolehkan pasangan Foke-Nara dan Basuki untuk membaca dengan saksama isi deklarasi damai tersebut.

Setelah dirasa cukup, pria yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini mengembalikannya kepada pihak KPU DKI Jakarta dan bersedia melanjutkan kegiatan deklarasi damai.

Kedua pasang calon ini pun akhirnya membacakan deklarasi damai dan menandatangani prasasti damai.

Adapun isi deklarasi damai tersebut adalah cagub dan cawagub DKI Jakarta dengan semangat persatuan dan persaudaraan menyatakan siap terpilih dan siap tidak terpilih dan siap menciptakan Pilkada Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Tahun 2012 putaran kedua yang demokratis, aman, tertib, dan damai berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan rakyat DKI Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau