Persiapan Naik Haji Bagi Lansia

Kompas.com - 14/09/2012, 08:35 WIB

Kompas.com- Rangkaian kegiatan ibadah haji memerlukan fisik dan mental yang kuat. Bagi jemaah haji yang sudah tergolong lanjut usia (lansia) diperlukan persiapan khusus supaya kesehatan dan ketahanan fisik selalu prima.

Selama 6-7 hari melakukan rukun utama haji, jemaah harus bergerak aktif sejauh lebih dari 96 kilometer. Aktivitas fisik yang tinggi pada jemaah haji bisa menurunkan tingkat ketahanan jantung atau pernapasan, serta otot-otot dan tulang yang bisa menyebabkan kelelahan.

"Jemaah haji yang berusia di atas 60 tahun lebih rentan infeksi, cedera, mengalami masalah psikologis, serta memerlukan bantuan khusus," kata dr.Nina Kemala Sari, Sp.PD, dari divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM di Jakarta (13/9/12).

Selain faktor usia dan rendahnya tingkat ketahanan fisik, para lansia juga memiliki bentuk telapak kaki yang datar atau leper sehingga mereka mudah lelah jika berjalan atau berdiri terlalu lama.

Bila kaki terlalu leper maka akan sulit saat melangkah karena fungsi lain kaki sebagai sistem pengungkit tidak berfungsi maksimal. Dalam keadaan itu dibutuhkan kontraksi otot yang lebih kuat untuk mengangkat tubuh. Jika fisik tidak terlatih maka akan mudah lelah.

"Orang dengan berat badan berlebih juga akan merasa tidak nyaman di tungkai. Penggunaan sepatu yang salah atau aktivitas menapak kaki yang berlebihan akan meningkatkan keluhan ini," kata Nina.

Untuk mendapatkan tubuh yang bugar dan sehat, Nina menyarankan agar jemaah haji yang tergolong lansia menyiapkan diri sejak di tanah air. Latihan bisa dilakukan dengan intensitas ringan namun berlatih teratur.

Latihan kontinyu sebaiknya dimulai minimal tiga bulan sebelum keberangkatan. "Latihan kontinyu yang dilakukan sejak jangka waktu tersebut energinya bisa bertahan 1-2 bulan," katanya.

Dalam berlatih, selalu lakukan pemanasan dan pendinginan. Fungsi pemanasan akan meningkatkan efisiensi sirkulasi darah dan meningktakan fleksibilitas.

Sementara itu untuk mengurangi kelelahan akibat kondisi kaki yang leper, Nina menyarankan agar memilih alas kaki yang memiliki insol (alas di bagian dalam sepatu). Alas kaki demikian akan menghemat energi selama berjalan dan memperbaiki fisiologi kaki sehingga daya ungkit saat berjalan meningkat.

Bagi jemaah haji yang kakinya normal juga sangat bermanfaat karena siklus berjalan menjadi lebih dinamis dan ergonomis sehingga menghemat energi dan terhindar dari kelelahan akibat aktivitas berjalan yang tinggi selama di tanah suci.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau