Kapal Patroli China Masuki Perairan Jepang

Kompas.com - 14/09/2012, 08:35 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Enam kapal patroli China memasuki perairan Jepang di dekat kepulauan sengketa yang diperebutkan Beijing dan Tokyo, Jumat (14/9/2012), demikian pernyataan pasukan penjaga pantai Jepang.

Situasi ini semakin memanaskan sengketa perebutan pulau yang sudah berlangsung lama di antara kedua negara dengan ekonomi terbesar di Asia itu.

Pasukan penjaga pantai Jepang memerintahkan kapal-kapal China itu untuk meninggalkan wilayah teritorial Jepang.

Menanggapi peringatan itu, dua kapal patroli China pergi namun dua lainnya tetap berada di wilayah Jepang.

Jepang tak menggunakan kekerasan apapun saat mengusir kedua kapal China itu.

"Kami mengusahakan yang terbaik dalam pengawasan dan penjagaan wilayah kami," kata Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda kepada wartawan soal reaksi atas insiden itu.

Kepulauan yang disengketakan adalah Senkaku atau Diayou berlokasi di dekat wilayah yang diyakini memiliki cadangan gas dan minyak yang sangat besar.

Ketegangan antara kedua negara semakin tinggi setelah Jepang mengatakan telah membeli kepulauan itu dari pemilik swasta tanpa menghiraukan peringatan China.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau