Pascastroke Pria Rentan Depresi

Kompas.com - 14/09/2012, 13:27 WIB

KOMPAS.com - Kerusakan otak yang terjadi akibat stroke menyebabkan penderita memerlukan perawatan lanjutan karena adanya cacat fisik atau mental. Mereka juga membutuhkan dukungan moril dari orang sekitarnya karena sebagian besar penderita stroke, terutama pria, lebih rentan mengalami depresi.

Pria yang pernah terkena stroke (survivor) harus membiasakan diri pada kondisi fisiknya yang baru. "Bagi sebagian individu, kehilangan kontrol dan kelemahan fisik yang dialaminya dipersepsikan sebagai hilangnya kekuatan dan kebanggaan. Kehilangan tersebut membuat mereka rentan stres dan depresi," kata Michael McCarthy dari Universitas Cincinnati College of Health Sciences School of Social Work.

Dalam penelitian yang dimuat dalam Archieves of Physical Medicine and Rehabilitation, McCarthy melibatkan 36 orang, 16 wanita dan 20 pria, yang menderita serangan stroke pertama dalam waktu 36 bulan sebelumnya.

Para peneliti menaksir gejala-gejala depresi yang dialami para responden dan juga kemampuan para survivor dalam melakukan aktivitas rutin seperti mandi atau menyiapkan makanan sendiri. Mereka juga meneliti perasaan para survivor terhadap kondisi kesehatan mereka pasca stroke.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ketidapastian akan kondisi kesehatan mereka menyebabkan rasa stres baik pada survivor pria atau wanita. Namun, gejala stres tersebut lebih kuat dialami para survivor pria.

Untuk mengurangi rasa tidak berdaya, para peneliti menyarankan agar dokter menjelaskan secara jelas dengan pendekatan yang positif mengenai kondisi kesehatan pasien, baik pada pasien sendiri atau keluarganya. Apalagi proses rehabilitasi pasca stroke kerap membutuhkan waktu yang panjang. Membesarkan hati dan dukungan yang diberikan kepada pasien stroke bisa membantu pasien.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau