Jokowi Sasar Kantong Suara Foke di Menteng Dalam

Kompas.com - 14/09/2012, 14:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kehadiran calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di RW 04 Menteng Dalam, Jakarta Pusat, terbilang tak biasanya. Pasalnya, Jokowi hadir di lingkungan perumahan warga kelas menengah. Padahal, selama ini pria asal Solo itu kerap berkampanye di kawasan permukiman kumuh ataupun pasar tradisional.

Terkait pemilihan lokasi kampanyenya ini, Jokowi mengaku kini timnya tengah menyasar kantong-kantong suara yang pada pemilihan putaran pertama lalu Jokowi-Basuki kalah.

"Ya kita memang pergi ke tempat-tempat yang kami agak kalah. Kalahnya tipis," kata Jokowi, Jumat (14/9/2012), di RW 04 Menteng Dalam, Jakarta Pusat.

Di sekitar lokasi kampanye Jokowi di Menteng Dalam, pemandangan didominasi dengan atribut pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Atribut dukungan terhadap Foke-Nara itu ada dalam bentuk spanduk dan stiker yang ditempel di rumah-rumah.

Lebih dari lima buah spanduk dukungan terhadap Fauzi Bowo yang dibuat Solidaritas Warga Jakarta terbentang di Jalan Raya Prof Dr Soetomo, yang jaraknya hanya sekitar 300 meter dari lokasi kampanye Jokowi. Sementara spanduk Jokowi tampak hanya ada tiga buah di sekitar lokasi kampanye.

Warga Menteng Dalam pun mengakui bahwa warga di kompleknya mayoritas memilih pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Hal ini diutarakan Ifa, warga RT 02 RW 04 Menteng Dalam.

"Di sini kebanyakan Foke. Tapi, sekarang kayaknya udah banyak yang mau pindah ke Jokowi," ujar Ifa, seorang warga Menteng Dalam.

Sementara seorang ibu penjaga warung di dekat lokasi kampanye Jokowi mengaku tak berminat ikut keramaian yang terjadi di perumahannya karena kedatangan Jokowi.

"Nggak Mbak, saya dukungnya yang lain. Di sini memang yang paling banyak Foke, kedua baru Jokowi," ujar wanita bertubuh subur ini.

Siang itu, Jokowi berkeliling menyalami warga. Dia pun melakukan shalat Jumat di Masjid Ar-Ridwan. Kepada wartawan, Jokowi mengaku menyiapkan kejutan di putaran kedua ini.

"Ini (kunjungan ke Menteng Dalam) adalah salah satu prosesnya. Kejutannya nanti di tanggal 20 September," kata Jokowi sambil tersenyum lebar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau