Belum jadi ketua pbsi

Gita Wirjawan Sudah Diminta Resmikan Asrama Pelatnas

Kompas.com - 14/09/2012, 17:53 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Belum resmi jadi Ketua Umum PBSI, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sudah diminta meresmikan asrama atlet di pelatnas Cipayung, Sabtu (15/9/2012). Gita merupakan salah satu kandidat selain Icuk Sugiarto yang akan ikut pemilhan dalam Munas PBSI di Yogyakarta akhir pekan depan.

Dalam siaran pers PB PBSI disebutkan, asrama khusus pemain muda ini merupakan fasilitas baru yang ada di Pusat Bulutangkis Indonesia. Asrama dibangun sejak awal tahun 2012 berada di areal bagian belakang pelatnas itu terdiri dari dua blok, masing-masing terdiri dari dua lantai. Asrama bisa menampung sekitar 60 pemain yang rencananya untuk pembinaan pemain pelapis.

Hadirnya faslitas asrama ini menambah sarana dan prasarana yang ada di komplek pemusatan latihan yang dibangun tahun 1992 itu. Selain asrama, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Djoko Santoso, telah dibangun fasilitas baru seperti kolam renang, tempat fitnes baru yang lebih luas, tempat latihan pasir, guest house, serta renovasi ruang serbaguna.

"Pak Gita Wirjawan bakal hadir ke Pelatnas Cipayung, sekaligus meresmikan asrama baru bagi pemain pelapis," kata Sekjen PB PBSI, Yacob Rusdianto. Hadirnya Gita ke Cipayung ini, menurut Yacob, menunjukkan bahwa Gita Wirjawan memiliki komitmen dan kepedulian tinggi terhadap bulutangkis nasional.

Yacob mengklaim, 27 Pengprov PBSI mencalonkan Gita sebagai kandidat Ketua Umum PB PBSI periode 2012-2016 dalam Musyawarah Nasional PBSI di Yogyakarta, 20-22 September. "Perhatian dan komintmen Pak Gita terhadap olahraga bulutangkis Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Dia adalah sosok yang tepat. Tidak salah kalau Pak Djoko dengan legawa menyerahkan dukungan yang diterima dari 27 Pengprov PBSI dan diberikan kepada Pak Gita untuk menjadi nakhoda baru di PBSI," tambah Yacob, yang juga Ketua Panitia Munas PBSI.

Dijelaskan oleh Yacob, sebenarnya sejak dulu Gita sudah memiliki komitmen dan kepedulian tinggi terhadap PBSI. Terbukti,  Gita telah mendukung kemajuan prestasi olahraga bulutangkis nasional. "Diam-diam, sudah lama Pak Gita adalah donatur tetap Pengprov PBSI DI Yogyakarta. Selain itu, bukti komitmen lain yang tidak kalah besar adalah, pembangunan asrama baru itu di Pelatnas Cipayung. Fasilitas baru tersebut berdiri juga berkat dukungan dan sumbangan Menteri Perdagangan tersebut. Jadi bukan kali ini saja Pak Gita menaruh kepedulian kepada PBSI. Sejak dulu, Pak Gita juga telah ikut mendukung PBSI," ujar Yacob.

Selain meresmikan asrama pemain, Gita yang hadir untuk kali pertama ke Pelatnas Cipayung itu dijadwalkan akan bertemu dengan para pengurus daerah yang telah memberikan dukungan kepadanya untuk maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum PB PBSI Periode 2012-2016 dalam Munas di Yogyakarta nanti. "Sebanyak 27 pengprov yang sudah berkomitmen dan loyal untuk tetap mendukung Pak Gita di Munas nanti akan bersilaturahmi dengan beliau. Selain berkenalan, pertemuan nanti akan kami manfaatkan sebagai bentuk dukungan nyata kepada Pak Gita untuk memimpin organisasi PB PBSI hingga 2016," tambah Koesdarto Pramono, Ketua Pengprov PBSI DI Yogyakarta.

Ditambahkan oleh Yacob, informasi yang dia terima dari Djoko Santoso, Presiden SBY juga sudah memberikan restu kepada Gita Wirjawan untuk menduduki jabatan Ketua Umum PBSI. Penugasan kepada Gita itu dilakukan kepala negara usai melantik sejumlah duta besar di Istana Negara

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau