Jokowi Akan Fokus Soal Transparansi APBD di Debat Cagub

Kompas.com - 14/09/2012, 18:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya dalam debat kandidat Gubernur nanti malam yang akan dilakukan di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta.

Namun, Jokowi mengaku dirinya akan fokus membahas soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang dinilainya tidak transparan.

"Iya, salah satunya APBD. Ada buanyak yang akan dibahas," ungkap Jokowi, Jumat (14/9/2012) sore, saat berkunjung ke Kota Bambu Selatan, Kecamapatan Palmerah, Jakarta Barat.

Persoalan APBD yang akan dikritisinya, lanjut Jokowi, adalah terkait dengan nilai keterbukaan informasi, sasaran anggaran yang tidak tepat sehingga menyebabkan pemborosan, dan dugaan korupsi anggaran sampai 46 persen yang dirilis Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) beberapa waktu lalu.

"Persoalan-persoalan ini yang akan kami carikan solusi-solusinya. Nanti malam kami sampaikan," kata Jokowi.

Sebelumnya di dalam setiap kesempatan, Jokowi kerap menyinggung soal APBD DKI Jakarta yang tidak digunakan secara maksimal untuk pembangunan Ibu Kota dan kesejahteraan warga.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun dinilainya sangat tertutup membuka akses warga atas anggaran pemda.

Berdasarkan survei yang dilakukan Indonesia Corruption Watch (ICW), sebanyak 90 persen warga Ibu Kota mengaku tidak pernah melihat anggara pemda.

PPATK juga menyebut DKI Jakarta sebagai provinsi paling korup di Indonesia yang selanjutnya langsung dibantah oleh Pemprov DKI Jakarta.

Jokowi memastikan bahwa jika nanti dirinya terpilih, maka APBD ibu kota akan dipampang di tiap kantor hansip. Hal tersebut sudah dilakukannya di Solo, Jawa Tengah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau